Jakarta, Channelsatu.com – Film **“Sah Katanya”** garapan **Loeloe Hendra Komara** membawa penonton ke dalam pusaran konflik antara cinta, keluarga, dan tradisi Jawa yang sarat makna. Tayang eksklusif di **platform streaming Vidio** pada awal Oktober, film ini menyoroti dilema seorang perempuan muda yang harus memilih antara cintanya sendiri dan amanah terakhir sang ayah.
Menghadirkan **Nadya Arina, Dimas Anggara, dan Calvin Jeremy**, film ini berpusat pada tokoh **Marni (Nadya Arina)** yang harus menikah dengan **Marno (Dimas Anggara)**, putra sahabat ayahnya, tepat di depan jenazah sang ayah. Di sisi lain, Marni diam-diam telah menjalin cinta dengan **Adi (Calvin Jeremy)**, kekasih yang selalu mendukungnya sejak lama.
Sutradara **Loeloe Hendra Komara** mengeksekusi kisah ini dengan sentuhan emosional yang kuat, memperlihatkan benturan antara tradisi dan modernitas. Penggambaran budaya **nikah mayit**, yang jarang diangkat dalam film Indonesia modern, memberi dimensi unik dan memancing diskusi tentang posisi perempuan dalam adat Jawa.
Melalui narasi yang intens dan simbolik, film ini tidak hanya bicara soal pernikahan, tetapi juga tanggung jawab, warisan budaya, dan pergulatan batin generasi muda menghadapi tekanan keluarga.
**Nadya Arina** tampil memukau sebagai perempuan tangguh yang terjebak dalam norma adat dan rasa cintanya sendiri. Chemistry antara dirinya dan **Dimas Anggara** menciptakan ketegangan emosional, sementara **Calvin Jeremy** memberi keseimbangan lewat karakter hangat namun tragis.
Selain kekuatan naskah dan akting, **Sah Katanya** juga memperlihatkan sinematografi yang indah. Lokasi syuting di **Yogyakarta** dengan nuansa rumah tradisional Jawa menghadirkan visual otentik yang memperkuat suasana film.
Cerita yang menyentuh, tata sinema yang apik, dan keberanian mengangkat isu budaya membuat film ini pantas diperhitungkan. “Sah Katanya” menjadi refleksi tentang bagaimana cinta dan adat terkadang tidak berjalan seiring. ich
