Kota Depok, Channelsatu.com – Kota Depok kembali mencatat prestasi nasional lewat program inovatif SERA MIJEL (Sembako Rakyat Minyak Jelantah) yang digagas Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok. Program ini berhasil memecahkan rekor MURI dalam kategori pengumpulan minyak jelantah dengan jumlah peserta terbanyak setelah mengumpulkan 45.300 liter minyak bekas dari partisipasi 220.000 warga, kader PKK, dan mitra se-Kota Depok.
Antusiasme masyarakat kian meningkat karena program ini memberi manfaat langsung. Setiap warga bisa menukar 3 liter minyak jelantah dengan 1 liter minyak goreng baru atau uang tunai sebesar Rp 6.000. Skema sederhana ini terbukti efektif sekaligus mengajarkan nilai ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga.
Ketua TP-PKK Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau akrab disapa Cing Ikah, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar gerakan sosial, melainkan juga solusi konkret untuk menjaga lingkungan dan memperkuat ekonomi keluarga. *“Yuk kumpulkan minyak jelantah dan sampah non-organik. Serahkan ke kelurahan, nanti bisa ditukar minyak baru atau uang. Insha Allah program ini bermanfaat untuk masyarakat,”* ujarnya.
Lebih jauh, Cing Ikah menambahkan bahwa program ini juga mendukung upaya ketahanan pangan di Kota Depok. *“Dengan adanya program ini, kita tidak hanya melestarikan lingkungan, tapi juga membantu ekonomi keluarga. Ketahanan pangan itu erat kaitannya dengan ketahanan keluarga,”* tegasnya.
Program SERA MIJEL kini sudah berjalan di 63 kelurahan dengan dukungan Pos Olah Minyak Jelantah (POM) yang baru saja diluncurkan. Selain untuk warga, program ini juga diperluas ke sekolah-sekolah. Anak-anak diajak membawa minyak bekas dari rumah untuk kemudian ditukar dengan minyak bersih, sebuah pendekatan yang dinilai edukatif sekaligus membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini. *“Anak-anak sangat senang. Mereka bawa minyak jelantah dari rumah, lalu ditukar di sekolah dengan minyak bersih. Pulangnya mereka bawa sesuatu yang bermanfaat,”* ungkap Cing Ikah.
Dukungan juga datang dari sektor swasta. CEO Greenia, Amrullah Tahad, menilai program ini sejalan dengan misi perusahaannya dalam mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. *“Program ini bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tapi juga berkontribusi pada penghematan emisi karbon lewat pemanfaatan jelantah sebagai feedstock biofuel,”* jelasnya.
Amrullah menegaskan, dengan hadirnya POM SS (Pos Olah Minyak Jelantah dan Sampah Sekitar) serta aplikasi Greenia, pihaknya semakin mantap menjalankan kolaborasi dengan TP-PKK Depok. *“Program ini juga sebagai inisiasi gerakan pemberdayaan komunitas dengan melibatkan TP-PKK dan ribuan ibu-ibu se-Kota Depok sebagai motor penggerak perubahan menuju lingkungan yang lebih sehat dan keluarga yang lebih berdaya,”* tutupnya.
Keberhasilan program SERA MIJEL kini bahkan menarik perhatian daerah lain, termasuk PKK Provinsi Jawa Barat yang tertarik mengadopsinya. Bagi Depok, capaian ini bukan hanya soal rekor MURI, melainkan bukti bahwa inovasi berbasis partisipasi warga bisa melahirkan dampak nyata bagi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan keluarga. ich
