Kota Tangerang, Channelsatu.com – Menjelang libur panjang sekolah akhir tahun, SMK Budi Luhur, Ciledug, Kota Tangerang, kembali menunjukkan posisinya sebagai sekolah vokasi kreatif paling produktif dengan merilis delapan film sekaligus di Bioskop XXI Cinema Bintaro. Penayangan ini menjadi bagian dari Bluvocation Creative Fest (BCF) 2025, ajang yang dirancang untuk memperlihatkan kemampuan dan pencapaian siswa dalam industri kreatif.
Film-film yang diputar mencakup genre beragam—drama sosial, percintaan, komedi, animasi, hingga psychological story. Di antaranya **“Satu Klik Ribuan Masalah”**, **“Sekawan”**, **“Teruntuk Raya”**, dan **“Hang On Those Memories”** yang semuanya dikerjakan dengan standardisasi produksi profesional. Para siswa terlibat mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, animasi, hingga pengeditan akhir.
Kepala Sekolah SMK Budi Luhur, **Joko Waluyo**, menjelaskan bahwa BCF 2025 bukan hanya sekadar festival internal, tetapi sebuah “gerbang industri” yang mempertemukan karya pelajar dengan penonton luas. “**Melalui BCF 2025, siswa-siswi kami bisa menampilkan ide terbaik dan melihat bagaimana karya mereka diapresiasi oleh publik luas**,” jelas Joko.
Menurut Joko, proses belajar di SMK Budi Luhur tidak hanya berbasis teori. Para siswa didorong untuk merasakan langsung dinamika industri kreatif. “**Saksikan perjalanan mereka dari studio ke panggung dunia! Ini perjuangan nyata yang kini bisa ditonton langsung di XXI Cinema**,” tegasnya sambil memastikan bahwa penayangan ini menjadi motivasi besar bagi siswa lain.
Kepala Jurusan Broadcast TV, **Agus Fazriansyah**, menyampaikan bahwa setiap film lahir dari dedikasi dan kerja keras yang panjang. “**Berani mencoba, berani gagal, dan akhirnya berani menunjukkan hasilnya ke publik. Itu poin penting dalam dunia film**,” tuturnya. Agus juga menegaskan bahwa apa yang dihasilkan para siswa merupakan bukti kreativitas tanpa batas dari generasi Z.
Ia juga menyoroti bagaimana proses produksi sering kali memakan waktu panjang, melelahkan, namun menghasilkan pelajaran yang tidak bisa dinilai dengan angka. “**Dari brainstorming berjam-jam sampai syuting yang harus diulang, hingga editing yang lembur—semua terbayar saat karya mereka tayang di bioskop**,” ucapnya bangga.
BCF 2025 menjadi momentum penting bagi SMK Budi Luhur untuk semakin memantapkan diri sebagai sekolah kreatif yang konsisten mencetak inovator muda. Gelaran ini juga membuktikan bahwa pendidikan vokasi di Indonesia mampu melahirkan karya berkualitas yang layak masuk ruang publik.
Dengan antusiasme tinggi dari para siswa, guru, orang tua, dan penonton umum, penayangan delapan film ini diharapkan membuka lebih banyak peluang kolaborasi antara sekolah, komunitas kreatif, hingga industri perfilman lokal. ich
