Dari Mimbar Masjid Al-Kamal, Kapolres Tangerang Kota Ajak Warga Bentuk Generasi Muda Berakhlak

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat kembali terasa melalui kegiatan Jumat Keliling dan Jumat Curhat yang digelar di Masjid Al-Kamal. Momentum ibadah tersebut dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi sekaligus menyampaikan pesan penting terkait keamanan dan masa depan generasi muda.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari hadir langsung di tengah jamaah, tidak hanya untuk menunaikan salat Jumat, tetapi juga berdialog dengan warga dan tokoh agama. Suasana yang hangat dan terbuka membuat berbagai isu sosial dapat dibahas secara langsung.

Dalam penyampaiannya, Kapolres menegaskan bahwa situasi keamanan di Kota Tangerang yang relatif kondusif saat ini merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga sinergi tersebut.

- Advertisement -

“Keamanan ini bukan hanya tugas polisi, tapi hasil dari kebersamaan kita semua. Kalau kita jaga bersama, insyaallah lingkungan akan tetap aman,” ujar Jauhari di hadapan jamaah.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, mulai dari pengaruh media sosial hingga potensi kenakalan remaja seperti tawuran dan tindak kriminal. Menurutnya, peran keluarga dan lingkungan menjadi kunci utama dalam membentuk karakter anak-anak muda.

“Kita ingin generasi muda tumbuh dengan akhlak yang baik. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat,” tegasnya.

Kapolres mengajak masyarakat untuk aktif melakukan pembinaan melalui pendekatan keagamaan dan komunikasi yang intens di lingkungan sekitar. Ia juga mengingatkan agar setiap persoalan diselesaikan sesuai hukum dan tidak dengan cara main hakim sendiri.

- Advertisement -

Selain itu, ia menegaskan komitmen kepolisian dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kami terus berbenah. Masih ada kekurangan, tapi banyak anggota kami yang bekerja dengan penuh dedikasi untuk masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis melalui rumah ibadah mampu memperkuat kepercayaan publik serta membuka ruang dialog yang lebih luas antara polisi dan masyarakat.

Read more

NEWS