Darah Nyai, Film Horor Jagal Mistis dengan Sentuhan Musik Retro, Hadirkan ‘Fenomena’ dari Abre Sebagai Theme Song

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Pada 21 Agustus 2025 mendatang, bioskop Indonesia akan digemparkan oleh film Darah Nyai, sebuah karya Horor Jagal Mistis terbaru dari Imaginarium Pictures dan Akasacara. Di tengah kengerian yang diangkat dari legenda Nyai Roro Kidul, film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dan segar, khususnya dari segi musik. Darah Nyai secara mengejutkan memilih pendekatan retro dengan mengusung musik 80-an, sebuah kolaborasi unik antara genre horor dan musik pop jazz.

Inovasi ini terlihat jelas dari pemilihan single “Fenomena” dari grup musik Abre (Abortus Relijius) sebagai theme song utama. Lagu pop jazz ini, yang dirilis ulang dalam klip video khusus Darah Nyai, memberikan nuansa retro yang melankolis dan penuh misteri. Pilihan ini dianggap cerdas karena lagu tersebut secara efektif menggambarkan tema galau dan keterjebakan yang menjadi inti cerita film.

Abre sendiri bukanlah nama baru di dunia musik. Dibentuk pada 1994, grup ini memiliki sejarah panjang dalam eksperimentasi musik pop jazz. Digawangi oleh Syukri Ahmad Fanani, Fahmi “Abel” Alatas, Ekky Imanjaya, dan musisi berbakat lainnya, Abre dikenal dengan lagu-lagu yang memiliki warna musik berbeda satu sama lain, mulai dari jazz, ballad, hingga blues.

- Advertisement -

Selain variasi musiknya, Abre juga dikenal karena lirik-liriknya yang kerap menyuarakan kritik sosial dan politik dengan pendekatan satire dan jenaka. Lagu-lagu seperti “Mals Pemilu” dan “Ibu” menjadi bukti kekuatan lirik mereka. Kekuatan ini sangat selaras dengan tema-tema yang diangkat dalam film Darah Nyai, yang juga berani menyoroti isu-isu terkini seperti human trafficking, korupsi, dan femisida.

Di balik layar, film Darah Nyai adalah karya sutradara Yusron Fuadi, sosok di balik film kultus Tengkorak. Fuadi bekerja sama dengan penulis naskah Azzam Firullah dan Hikmat Darmawan untuk menghidupkan kembali genre jagal mistik dengan sentuhan visual 90-an yang dikontemporerkan. Para pemain, termasuk Violla Georgie, Jessica Katharina, dan Rory Asyari, siap membawa cerita ini ke layar lebar.

Untuk urusan aransemen musik, Darah Nyai mempercayakan konsep dan komposisi kepada grup metal lintas generasi Bengkel Gemuruh, yang kemudian diterjemahkan oleh Woodgun. Kolaborasi ini menghasilkan perpaduan suara yang unik dan intens, sebuah terobosan untuk film horor Indonesia.

Klip video “Fenomena” versi Darah Nyai, yang diluncurkan pada 9 Juli 2025, menjadi jembatan antara musik dan film. Klip ini tidak hanya menampilkan lagu Abre, tetapi juga menyisipkan adegan-adegan Nyai yang penuh teror, berhasil menciptakan hype di kalangan penikmat film dan musik.

- Advertisement -

Dengan perpaduan cerita horor yang kuat, isu sosial yang mendalam, dan sentuhan musik retro yang tak biasa, Darah Nyai menjanjikan pengalaman sinematik yang tak terlupakan dan menjadi salah satu film horor yang patut dinanti. artwork dok. ig@filmdarahnyai

Read more

NEWS