Jakarta, Channelsatu.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di sektor teknologi digital tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga dapat digunakan untuk memperkuat keamanan dan perlindungan pengguna.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam inisiatif AI@Work Lab yang dihadirkan DANA di IdeaFest 2026. Melalui forum tersebut, DANA mengajak pelaku industri memahami bahwa penerapan AI harus disertai tata kelola dan pengelolaan risiko yang bertanggung jawab.
CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, mengatakan keberhasilan AI tidak cukup dinilai berdasarkan seberapa banyak teknologi tersebut digunakan.
“Adopsi AI bukan lagi tujuan akhir. Nilainya baru tercipta ketika teknologi tersebut membantu menyelesaikan persoalan yang nyata, memperbaiki kualitas keputusan, dan memberikan hasil yang dapat diukur,” ujar Vince.
Menurutnya, manusia tetap menjadi bagian penting dalam penerapan AI, terutama untuk menentukan konteks, menjaga kualitas, mengelola risiko, dan bertanggung jawab atas hasil akhir.
Pendekatan tersebut salah satunya diterapkan DANA melalui Smart Friction, yaitu penambahan lapisan verifikasi secara terukur pada aktivitas yang memiliki indikasi risiko lebih tinggi.
Melalui kolaborasi lintas sektor bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), pendekatan tersebut berkontribusi terhadap penurunan aktivitas yang terindikasi perjudian online di platform DANA hingga 80 persen sepanjang 2025.
Penerapan Smart Friction menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu harus membuat seluruh proses menjadi semakin cepat tanpa batas. Pada aktivitas tertentu, tambahan proses verifikasi justru diperlukan untuk memberikan perlindungan lebih kepada pengguna.
Konsep tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai bagaimana perusahaan dapat menyeimbangkan inovasi teknologi dengan keamanan dan akuntabilitas.
Di sisi lain, DANA juga telah menggunakan AI dalam proses pengembangan teknologi. Sekitar 80–90 persen kode di DANA saat ini dihasilkan dengan dukungan AI.
Namun, penggunaan teknologi tersebut tidak menghilangkan tanggung jawab engineer. Mereka tetap bertugas merancang arsitektur, memvalidasi hasil, memastikan keamanan, dan mengambil keputusan akhir.
Penerapan agentic AI pada sejumlah proses operasional DANA sepanjang 2025 juga mencatat peningkatan produktivitas hingga 57 persen. Selain itu, kepuasan pelanggan meningkat 13 persen dan penyelesaian layanan menjadi 10 persen lebih cepat.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pemanfaatan AI dapat memberikan dampak positif ketika diarahkan pada kebutuhan yang jelas. Pada saat yang sama, penerapannya tetap membutuhkan kontrol manusia agar teknologi tidak berjalan tanpa mempertimbangkan risiko.
Melalui AI@Work Lab, DANA ingin mendorong diskusi mengenai AI agar tidak berhenti pada persoalan adopsi teknologi. Fokusnya adalah bagaimana AI digunakan secara bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus menjaga keamanan pengguna. ich
