Jakarta, Channelsatu.com – Di tengah tekanan industri teknologi yang penuh dinamika, Bukalapak berhasil menunjukkan ketahanan bisnis yang solid pada kuartal III 2025. Emiten teknologi dengan kode saham BUKA itu mencatat pendapatan Rp1,64 triliun, tumbuh 1 persen dibanding kuartal sebelumnya, menandakan bahwa strategi efisiensi dan fokus pada keberlanjutan masih menjadi kunci pertumbuhan perusahaan di tengah situasi ekonomi global yang fluktuatif.
Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam memperkuat fondasi ekosistem digital. “Kami terus menjalankan strategi dengan disiplin dan memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya. Menurutnya, kemampuan Bukalapak menjaga margin kontribusi tetap stabil membuktikan ketahanan model bisnis mereka di tengah perubahan pasar yang cepat.
Meskipun EBITDA yang Disesuaikan tercatat negatif Rp18 miliar, kinerja ini tetap stabil selama tiga kuartal berturut-turut. Bukalapak juga menunjukkan kemampuan pengelolaan keuangan yang hati-hati dengan menurunkan posisi EBITDA plus pendapatan bunga bersih dari Rp201 miliar menjadi Rp175 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan pembelian kembali saham dan penyesuaian suku bunga nasional, langkah yang dinilai strategis untuk memperkuat nilai pemegang saham.
Yang menarik, laba bersih Bukalapak justru melonjak tajam menjadi Rp2,4 triliun dari Rp355 miliar pada kuartal sebelumnya. Lonjakan tersebut terutama berasal dari kenaikan nilai investasi perusahaan, menandakan kejelian Bukalapak dalam mengelola aset produktif. Dengan total kas dan investasi likuid mencapai Rp17,9 triliun, Bukalapak kini memiliki fleksibilitas finansial yang kuat untuk mengeksekusi strategi jangka panjang.
Segmen gaming masih menjadi motor utama pendapatan Bukalapak, menyumbang Rp1,4 triliun dengan pertumbuhan 2 persen secara kuartalan. Sementara itu, segmen investasi menunjukkan momentum positif dengan kenaikan pendapatan 30 persen, mempertahankan margin di atas 30 persen. Kedua segmen ini mencerminkan diversifikasi bisnis Bukalapak yang tidak lagi bertumpu pada e-commerce semata.
Segmen Mitra Bukalapak mengalami penyesuaian dengan strategi fokus pada pasar yang lebih menguntungkan, sehingga margin kontribusi meningkat hingga 44 persen. Langkah ini sejalan dengan misi perusahaan untuk memperkuat ekosistem warung digital yang lebih sehat dan berdaya saing. Segmen ritel juga menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan dengan margin kontribusi 23,6 persen, menegaskan peran pentingnya dalam strategi ekonomi digital perusahaan.
Bukalapak berkomitmen untuk melanjutkan inovasi produk dan memperdalam penetrasi pasar melalui pengalaman pengguna yang semakin baik. Dengan posisi kas yang kuat, perusahaan siap memperkuat kehadirannya di sektor digital, dari mitra UMKM hingga investasi berbasis teknologi.
Pencapaian pada kuartal III 2025 menjadi bukti bahwa Bukalapak tidak sekadar bertahan, tetapi terus berkembang dengan pendekatan strategis yang matang di tengah gejolak pasar global. Dengan keseimbangan antara inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan, Bukalapak menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam ekonomi digital Indonesia. ich
