Jakarta, Channelsatu.com – Boy Warongan kembali dengan karya yang menembus batas perasaan lewat single *“Belum Boleh Pulang”*, sebuah lagu yang berbicara tentang kerinduan yang tertunda dan tanggung jawab yang harus dijalani. Lagu ini hadir sebagai potret emosional dari kehidupan banyak perantau yang harus menunda keinginan untuk pulang ke kampung halaman.
Sebagai musisi asal Pematang Siantar, Boy menyalurkan nuansa lokal dan spiritualitas dalam setiap karyanya. Bersama Gabriella Fernaldi, ia menghadirkan duet yang intim dan penuh makna, menggambarkan dua sisi hati: yang berjuang di luar sana dan yang menunggu dengan penuh harap di rumah.
Dengan aransemen Bossanova dan petikan gitar akustik yang lembut, lagu ini terasa seperti perjalanan musikal yang membawa pendengarnya menembus malam kota yang sunyi. Ada kelelahan, ada harapan, dan ada cinta yang tak bisa segera disampaikan.
Produksi lagu ini digarap dengan detail oleh S. Pramudita dan Sekaranggi dari Tigapagi, yang meneruskan semangat kolaboratif mendiang Ade Paloh. Hasilnya adalah karya yang otentik, sarat kejujuran, dan membawa warna baru bagi skena musik alternatif Indonesia.
Boy menjelaskan bahwa lagu ini adalah bagian dari *trilogi pulang* dalam album “Juang Angan” yang akan datang. Setiap lagu, menurutnya, menggambarkan tahapan emosional dalam perjalanan manusia untuk menemukan makna pulang secara spiritual maupun eksistensial.
“Pulang tidak selalu berarti kembali ke rumah. Kadang, itu tentang berdamai dengan diri sendiri,” tutur Boy.
Dengan kekuatan lirik yang puitis dan suara yang lembut, Boy menghadirkan refleksi hidup yang sederhana namun bermakna dalam. Lagu ini bukan sekadar karya musik, tapi perjalanan spiritual yang dibungkus dengan keindahan suara dan ketulusan hati.
Melalui *“Belum Boleh Pulang”*, Boy Warongan memperlihatkan bahwa musik Indonesia masih punya ruang bagi karya yang jujur, lembut, dan berisi renungan hidup yang tak lekang oleh waktu.
