Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi Kolaborasi Hadirkan Layanan Pengelolaan Dana Berdenominasi SGD

Share

Jakarta, Channelsatu.com – PT Bank DBS Indonesia bersama PT Mandiri Manajemen Investasi atau Mandiri Investasi memperkuat kolaborasi di sektor wealth management melalui layanan referral Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI)/Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berdenominasi Dolar Singapura (SGD).

Inisiatif tersebut ditujukan bagi nasabah high net worth yang memiliki simpanan SGD dan membutuhkan strategi pengelolaan kekayaan yang lebih terstruktur. Layanan ini memadukan kapabilitas wealth management Bank DBS Indonesia dengan keahlian pengelolaan dana investasi Mandiri Investasi.

Melalui skema referral, nasabah Bank DBS Indonesia yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses terhadap layanan PDNI/KPD yang dikelola Mandiri Investasi sebagai manajer investasi.

- Advertisement -

Dalam skema tersebut, nasabah memberikan mandat kepada manajer investasi untuk mengelola dana berdasarkan tujuan investasi, profil risiko, serta ketentuan yang disepakati dalam kontrak. Portofolio kemudian dikelola secara profesional dan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar serta mandat investasi.

Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari pendekatan insight-driven wealth management yang dikembangkan perseroan.

“Di Bank DBS Indonesia, kami percaya bahwa pengelolaan kekayaan yang unggul bukan hanya tentang menyediakan akses terhadap produk investasi, tetapi menghadirkan solusi yang dipersonalisasi sehingga benar-benar relevan dengan kebutuhan unik setiap nasabah,” ujar Melfrida.

Menurutnya, dinamika pasar global, termasuk pergerakan kurs SGD, perlu diterjemahkan menjadi strategi investasi yang dapat ditindaklanjuti.

- Advertisement -

“Peluncuran referral PDNI/KPD berdenominasi SGD ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan *all-weather solutions crafted for each individual*, memberikan kesempatan bagi nasabah untuk mendiversifikasi aset dalam mata uang SGD dan mengoptimalkan potensi yang ditawarkan oleh Kurs SGD,” lanjutnya.

Dari sisi Mandiri Investasi, Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia menyambut kolaborasi tersebut sebagai langkah untuk menghadirkan solusi pengelolaan dana yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.

“Kami menyambut baik kolaborasi strategis dengan Bank DBS Indonesia dalam menghadirkan layanan referral PDNI/KPD berdenominasi SGD. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian pengelolaan dana dari Mandiri Investasi dengan kapabilitas wealth management Bank DBS Indonesia,” kata Hardiyanto.

Ia menambahkan, layanan tersebut dirancang untuk memberikan solusi yang dikelola secara profesional, terdiversifikasi, dan disesuaikan dengan mandat investasi serta profil risiko masing-masing nasabah.

Portofolio dalam skema tersebut mencakup tiga kelas aset utama, yakni fixed income, equity, dan commodity. Pada kelas fixed income, strategi berfokus pada pengelolaan portofolio obligasi dengan mempertimbangkan risiko suku bunga dan kredit.

Sementara itu, kelas equity memberikan eksposur terhadap saham perusahaan berkapitalisasi besar sebagai bagian dari strategi pertumbuhan dan diversifikasi. Adapun kelas commodity memanfaatkan emas sebagai salah satu alternatif diversifikasi menghadapi dinamika pasar global.

Kolaborasi ini juga didukung market insights dan riset dari DBS Group yang dapat membantu nasabah memahami dinamika pasar serta tren ekonomi global sebelum mengambil keputusan finansial.

Bank DBS Indonesia sebelumnya memperoleh pengakuan Best Private Bank dari FinanceAsia 2026 dan Best Wealth Manager dari The Asset Private Capital Awards 2026. Sementara Mandiri Investasi mencatat dana kelolaan lebih dari Rp62 triliun per Juli 2026 dan meraih penghargaan Best Asset Manager (Fixed Income & Syariah Funds) pada Alpha Southeast Asia Fund Management Awards 2025.

Melalui kolaborasi tersebut, DBS Indonesia dan Mandiri Investasi menargetkan solusi pengelolaan kekayaan yang dapat membantu nasabah melakukan diversifikasi sekaligus menghadapi perubahan kondisi pasar global secara lebih terukur. ich

Read more

NEWS