Jakarta, Channelsatu.com – Aurra Kharishma kembali mencuri perhatian publik setelah dinyatakan sebagai pemeran utama dalam film “Ratu Sihir,” sebuah proyek horor terbaru dari IDN Pictures yang disutradarai Fajar Nugros. Debut layar lebarnya tak hanya menjadi momentum besar dalam kariernya, tetapi juga langkah berani memasuki genre horor yang kini semakin kompetitif di industri film Indonesia. Dengan karakter penuh misteri yang berkaitan dengan mitos bahu laweyan, Aurra siap membawa intensitas baru ke layar lebar.
Keseriusan Fajar Nugros memilih Aurra bukan tanpa alasan. Ia ingin menghadirkan nuansa segar pada genre horor lokal, dan menurutnya Aurra memiliki kepekaan emosional yang dibutuhkan untuk memerankan sosok perempuan yang berada di persimpangan antara mitos dan kenyataan. Cerita film yang bersumber dari kisah nyata seorang perempuan di Jogja memberikan tantangan yang berbeda bagi Aurra, terutama karena karakternya tidak hanya berurusan dengan teror supernatural tetapi juga tekanan sosial.
Dalam film ini, Aurra dipasangkan dengan aktor populer Morgan Oey serta Clara Bernadeth dan Raihaanun, menciptakan kombinasi cast yang kuat untuk membangun atmosfer cerita. Kehadiran mereka memperkaya dinamika karakter dan memperdalam tensi dramatis yang menjadi inti pengisahan “Ratu Sihir.” Keempat aktor ini menjadi pusat dari ketegangan yang mengulas bagaimana mitos bahu laweyan mempengaruhi kehidupan seseorang secara psikologis.
Produser Susanti Dewi menekankan bahwa film ini bukan semata horor komersial, melainkan karya yang ingin membuka percakapan lebih luas mengenai perempuan Indonesia dan tekanan sosial yang sering mereka alami. Perspektif gender yang disisipkan dalam cerita memberi ruang bagi Aurra untuk menghadirkan performa yang lebih kompleks, tidak hanya menakut atau ketakutan, tetapi juga rapuh dan tegar sekaligus.
Sejak pengumuman proyek ini, antusiasme penggemar horor lokal mulai meningkat. Banyak yang penasaran bagaimana Aurra menafsirkan karakter perempuan yang diyakini mengemban kutukan bahu laweyan. Cerita folklore seperti ini memiliki kedalaman emosional yang khas, membuat genre horor domestik selalu punya ruang untuk terus bertumbuh. Aurra, sebagai wajah baru dalam jagat horor, diharapkan membawa interpretasi lebih segar yang mampu memikat penonton usia muda.
IDN Pictures juga menegaskan bahwa proyek ini akan diolah dengan standar horor premium, sebuah pendekatan visual dan naratif yang mereka mulai sejak “Inang” dan “Qorin.” Kualitas produksi yang tinggi memberikan panggung ideal bagi performa Aurra, sekaligus memastikan film ini mampu bersaing dengan horor luar negeri. Teknik cerita yang menggabungkan mitos, drama personal, dan sentuhan budaya tradisional menjadi senjata utama “Ratu Sihir.”
Bagi Aurra, kesempatan ini merupakan langkah besar dalam karier profesionalnya. Ia menyebut karakter yang diperankannya sangat menantang karena berada di antara tekanan takhayul dan kebenaran yang tidak pernah sepenuhnya jelas. Melalui film ini, ia ingin menyampaikan bahwa ketakutan terbesar manusia tidak selalu berasal dari makhluk gaib, tetapi dari persepsi dan stigma yang dibangun masyarakat.
Dengan segala ambisi dan dukungan rumah produksi, “Ratu Sihir” diharapkan menjadi film yang memperkenalkan Aurra sebagai salah satu talenta baru paling menjanjikan di Indonesia. Kombinasi visual menyeramkan, mitos kuat, dan akting emosional membuat film ini layak dinantikan sebagai salah satu karya horor paling relevan bagi generasi muda. ich
