Kota Tangerang, Channelsatu.com – Kota Tangerang kembali mencatatkan namanya di panggung olahraga internasional setelah tiga atlet pencak silatnya—Gibran, Lintang, dan Dito—berhasil mempersembahkan medali emas pada Asean School Games (ASG) 2025 di Brunei Darussalam. Mereka tampil sebagai bagian kelompok regu kontingen Indonesia dan langsung mencuri perhatian lewat performa seni yang stabil, eksplosif, dan penuh presisi.
Kemenangan ini menjadi bukti kekuatan regenerasi pencak silat Kota Tangerang, yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mencetak talenta muda berprestasi di berbagai turnamen Asia Tenggara. Penampilan ketiganya memukau jajaran juri, mengungguli regu putra dari negara-negara unggulan seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Di cabang seni yang menuntut konsistensi detail, kekompakan gerak, dan olahan ekspresi, ketiganya tampil seperti satu tarikan napas yang padu tanpa cela.
Manager Atlet IPSI Kota Tangerang, Misnan, menyebut prestasi tersebut sebagai wujud nyata kerja keras dan dedikasi para atlet yang tak pernah berhenti mengasah kemampuan. Ia menegaskan bahwa medali emas ini bukan hanya milik Gibran, Lintang, dan Dito, melainkan kebanggaan seluruh masyarakat Kota Tangerang yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan para atlet muda tersebut.
Misnan juga menuturkan bahwa apresiasi diberikan setinggi-tingginya oleh IPSI Kota Tangerang kepada seluruh pihak yang mendukung perkembangan tiga atlet itu sejak lama. Ia menekankan bahwa para atlet masih memiliki potensi besar untuk melangkah lebih jauh, bahkan tampil sebagai wakil bangsa di tingkat kompetisi Asia dan dunia dalam waktu dekat.
Komitmen pembinaan jangka panjang menjadi kunci yang terus dijaga IPSI Kota Tangerang. Misnan memastikan bahwa lembaganya akan terus mendorong ketiganya agar tetap konsisten berlatih, memperluas pengalaman tanding, dan meningkatkan kualitas teknik sehingga dapat bersaing pada kompetisi yang lebih besar. Ia menilai kemenangan di Brunei hanya batu loncatan awal dari perjalanan yang lebih panjang.
Prestasi ini juga diharapkan mampu menjadi energi baru bagi para atlet muda pencak silat di Kota Tangerang, terutama mereka yang kini tengah digembleng di berbagai pusat pelatihan. Menurut Misnan, keberhasilan Gibran, Lintang, dan Dito membuktikan bahwa peluang meraih prestasi internasional terbuka lebar bagi siapa pun yang mau berjuang sepenuh hati.
Masyarakat pencak silat di daerah pun menyambut hangat kabar tersebut, melihat kemenangan ini sebagai indikator bahwa talenta lokal memiliki kualitas yang bisa bersaing di tingkat ASEAN. Prestasi ini juga memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai salah satu daerah dengan ekosistem pencak silat terkuat di Indonesia, baik dari sisi pembinaan, kompetisi, maupun kualitas atlet.
Dengan jadwal pembinaan yang telah disiapkan berjenjang hingga 2026, IPSI Kota Tangerang berharap kemenangan ini semakin memupuk motivasi para atlet muda untuk menorehkan sejarah baru bagi pencak silat Indonesia. Keberhasilan di ASG Brunei 2025 menjadi bukti bahwa Kota Tangerang bukan hanya ikut berkompetisi, tetapi menjadi pusat lahirnya juara yang mampu mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. ich
