Kota Tangerang, Channelsatu.com – Keributan di sebuah SPBU Jalan KH. Hasyim Ashari, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang sempat membuat heboh media sosial setelah videonya diunggah akun Instagram Info Ciledug. Polsek Pinang, Polres Metro Tangerang Kota bergerak cepat merespons laporan warga agar situasi tidak semakin memanas.
Kapolsek Pinang, Iptu Adityo Wijanarko, menyebut pihaknya menerima laporan sekitar pukul 20.00 WIB setelah video keributan itu beredar luas. Bersama tim piket reskrim dan opsnal, polisi segera mendatangi lokasi guna memastikan kebenaran peristiwa tersebut.

Hasil penyelidikan menunjukkan keributan bermula dari penolakan operator SPBU bernama Abdurrahman terhadap uang pecahan Rp2.000 yang rusak milik seorang pengendara motor. Penolakan itu memicu perdebatan panas hingga berujung adu mulut dan saling dorong, meski kemudian sempat dilerai atasan korban.
Polisi yang memeriksa rekaman CCTV serta meminta keterangan saksi akhirnya mengamankan dua orang berinisial MR (30) dan DI (22). Keduanya diduga terlibat langsung dalam keributan tersebut dan dibawa ke Polsek Pinang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Meski sempat menegangkan, kasus ini berhasil diselesaikan dengan jalan damai. Pihak pelapor dan terlapor sepakat berdamai dan saling memaafkan. Penyelesaian musyawarah ini membuat suasana di lokasi kembali kondusif.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, menegaskan respons cepat polisi merupakan langkah menjaga stabilitas keamanan. Ia menilai setiap kejadian yang viral harus ditangani segera agar masyarakat tidak merasa resah dan tetap percaya pada aparat penegak hukum.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk penindakan hukum, melainkan juga mediasi agar masalah kecil tidak melebar menjadi konflik besar. “Hal ini diharapkan menjadi pembelajaran bahwa persoalan sebaiknya diselesaikan secara kepala dingin”, katanya.
Kini suasana di SPBU kembali normal, aktivitas berjalan seperti biasa. Pihak kepolisian pun mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi, serta lebih mengutamakan komunikasi sehat daripada meluapkan emosi yang bisa menimbulkan kegaduhan di ruang publik. ich
