Jakarta, Channelsatu.com – Kehadiran Alya Rohali dalam sebuah acara reuni di Jakarta menjadi momen yang membahagiakan bagi banyak sahabat lamanya di industri entertainment. Lama tidak terlihat di layar televisi, Alya tetap tampil menawan dengan pembawaan lembut yang selalu melekat padanya sejak awal karier. Namun siapa sangka, di balik senyumnya yang tenang, kini ia justru tenggelam dalam kesibukan baru sebagai notaris.
Di tengah kerumunan nostalgia, Alya menjelaskan bahwa dirinya tidak benar-benar meninggalkan panggung hiburan. Beberapa proyek sinetron, film, hingga pekerjaan MC masih sesekali ia jalani. “Saya tetap main film dan sinetron kok, sesekali ngemci,” katanya. Ia mengaku masih mencintai dunia seni, namun kini harus menyeimbangkannya dengan profesi legal yang menuntut ketelitian.
Ia menuturkan bahwa profesi notaris adalah bagian dari perjalanan intelektual dan niatnya membantu masyarakat. Dengan latar belakang pendidikan hukum, Alya merasa memiliki kewajiban moral untuk membagikan pengetahuannya kepada mereka yang membutuhkan. “Saya kan sedikit punya ilmu hukum, khususnya dibidang notaris ya, saya manfaatkan untuk membantu mereka yang ingin mengurus kenotariatan,” katanya.
Dalam praktiknya, Alya menangani banyak urusan akta tanah, perjanjian, dan dokumen legal lain. Hal ini membuatnya bersinggungan dengan berbagai persoalan pelik, termasuk persoalan mafia tanah yang kerap menyeret banyak korban. Meski begitu, Alya tidak gentar. “Selama kita benar dan sesuai hukum ya, kita hadapi,” tegasnya, menunjukkan profesionalisme sekaligus keberaniannya.
Alya mengaku dunia kenotariatan mengajarkannya banyak hal tentang kebutuhan masyarakat terhadap kejelasan hukum. Banyak dari mereka yang tidak memahami proses legal yang benar dan pada akhirnya terjebak dalam masalah yang seharusnya bisa dihindari. Baginya, memberikan edukasi sederhana sekaligus pelayanan yang jujur adalah bagian dari pengabdian sebagai notaris.
Meski sibuk, Alya tetap menjaga hubungan hangat dengan rekan-rekannya di dunia hiburan.
Alya juga terbuka untuk kembali mengambil peran dalam produksi film atau sinetron selama waktunya memungkinkan. Baginya, dunia hiburan tetap menjadi ruang kreativitas yang tidak tergantikan. Ia merasa nyaman menjalani dua profesi karena keduanya sama-sama memberikan kepuasan, baik secara emosional maupun intelektual.
Di akhir pembicaraan, Alya berharap perjalanannya ini dapat menginspirasi banyak perempuan untuk mengejar pendidikan tinggi dan tetap berkarya di bidang yang mereka cintai. Ia menegaskan bahwa profesi dan passion bisa berjalan beriringan selama seseorang konsisten dan jujur pada dirinya. “Yang penting bisa bermanfaat, itu yang saya pegang,” tutupnya. ich
