Kota Tangerang, Channelsatu.com – Aksi pencurian yang dilakukan dua pria di lingkungan SMA Negeri 1 Kota Tangerang, Jalan Daan Mogot No. 50, nyaris sempurna jika saja warga sekitar tak sigap melapor. Minggu (26/10/2025) siang itu, suasana sekolah yang biasanya tenang berubah riuh setelah dua pelaku berinisial IG alias Bembeng (27) dan D alias Kuyang (52) tertangkap tangan tengah membongkar dua unit pendingin ruangan (AC) milik sekolah.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, di tengah hari yang sepi karena libur akhir pekan. Berbekal obeng, tang potong, gunting, dan tangga besi, kedua pria itu dengan cekatan menurunkan unit AC dari tembok kelas. Warga yang curiga melihat gerak-gerik mencurigakan langsung menghubungi pihak kepolisian. Tak butuh waktu lama, petugas Polsek Tangerang datang ke lokasi dan mengamankan keduanya sebelum sempat melarikan diri.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan barang bukti dua unit AC (indoor dan outdoor) serta peralatan yang digunakan untuk membongkar. Aksi nekat tersebut menyebabkan kerugian bagi pihak sekolah hingga Rp7 juta. Seorang guru yang menjadi pelapor mengaku kaget saat mendengar kabar pencurian di sekolah yang selama ini dikenal aman.
Kapolsek Tangerang membenarkan penangkapan tersebut. “Kedua pelaku sudah diamankan beserta barang bukti. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Dari pengakuan awal, keduanya melakukan aksi pencurian karena faktor ekonomi. IG dan D mengaku ingin menjual barang curian itu untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, niat buruk di siang bolong itu justru mengantarkan mereka ke balik jeruji besi.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari mengapresiasi cepatnya respon masyarakat dan anggota kepolisian di lapangan. “Kami mengimbau agar warga terus aktif melapor apabila melihat tindak pidana melalui layanan Call Center 110 agar bisa segera ditindak,” tegasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindak kriminal bisa terjadi di mana saja, bahkan di lingkungan pendidikan. Namun, solidaritas warga dan kecepatan aparat menunjukkan bahwa keamanan kota tetap bisa dijaga bersama. ich
