Air Mata Haru Bu Hebring Pecah di Malam Anugerah Kartini Musik dan Film Indonesia 2025

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Suasana haru menyelimuti Auditorium Abdurahman Saleh RRI Jakarta pada malam puncak Anugerah Kartini Musik dan Film Indonesia (AKMFI) 2025. Artis film legendaris, Connie Sutedja, tak kuasa menahan air mata ketika menerima penghargaan prestisius kategori Kartini Film Pengabdian Seumur Hidup. Acara yang dihelat oleh Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, bekerja sama dengan Kami Perempuan Indonesia Tangguh (KAPITA), Kementerian Kebudayaan RI, dan LPP RRI ini menjadi momen tak terlupakan bagi aktris yang akrab disapa Bu Hebring tersebut.

Kehadiran Connie Sutedja di acara tersebut tampak begitu bersahaja. Tanpa menunjukkan ekspektasi berlebih, ia menikmati jalannya malam penganugerahan yang memang didedikasikan untuk para seniman musik dan film Tanah Air yang telah menorehkan prestasi gemilang. Namun, ketulusan dan pengabdiannya selama puluhan tahun di industri perfilman justru mengantarkannya pada sebuah apresiasi tertinggi.

Ketika namanya diumumkan sebagai penerima trofi Anugerah Kartini Film Pengabdian Seumur Hidup, Connie Sutedja tampak terkejut. Emosi pun tak terbendung, air mata haru membasahi pipinya saat menerima penghargaan tersebut. Tepuk tangan meriah dari para tamu undangan, rekan sesama seniman, dan ratusan wartawan hiburan yang hadir semakin menambah syahdu suasana malam itu.

- Advertisement -

Dengan suara bergetar, Connie Sutedja mengungkapkan rasa syukur dan keterkejutannya atas penghargaan yang diterimanya. “Alhamdulillah Gusti, ternyata kiprah saya di dunia film diapresiasi oleh 100 wartawan hiburan. Nggak nyangka banget, ini yang membuat saya menangis. Benar-benar surprise,” ujarnya dengan tulus.

Aktris yang juga dikenal sebagai anggota kelompok vokal legendaris The Golden Girls bersama Nani Widjaja, Rina Hasyim, dan Ida Kusuma ini memang telah malang melintang di dunia perfilman Indonesia. Namanya semakin melejit di era 1990-an lewat serial televisi “Pondokan” di TVRI dengan jargon ikoniknya, “Hebring”.

Sebelumnya, Connie Sutedja telah menorehkan jejak yang tak terlupakan dalam berbagai genre film. Bagi para penggemar film-film Benyamin S, tentu tak asing dengan sosoknya yang kerap beradu akting dengan Hamid Arief dalam film-film komedi legendaris seperti “Benyamin Biang Kerok”, “Benyamin Brengsek”, “Benyamin Tukang Ngibul”, “Biang Kerok Beruntung”, dan “Benyamin Koboi Ngungsi”.

Mengawali karirnya sebagai juara kontes model Ratu Vespa di Bandung pada tahun 1964, Connie Sutedja kemudian dipertemukan dengan Bapak Perfilman Indonesia, Usmar Ismail. Sang sutradara legendaris itu terpukau dengan penampilan alaminya dan memberinya peran dalam film “Anak-Anak Revolusi” yang dirilis pada tahun yang sama. Dari Usmar Ismail-lah, Connie Sutedja banyak belajar dan mengembangkan bakat aktingnya hingga terlibat dalam lebih dari 50 produksi film, sinetron, serial televisi, dan FTV.

- Advertisement -

“Saya tersanjung mendapat apresiasi dari wartawan dengan penghargaan sebagai Kartini Musik dan Film Pengabdian Seumur Hidup. Penghargaan ini sangat berharga buat saya,” pungkas Connie Sutedja dengan senyum bahagia. Malam AKMFI 2025 yang didukung oleh berbagai pihak, termasuk Pemprov DKI, RRI, Batam Seafood Peranakan, Suparman, SH, MH.M.Si PARTNERS, Mata Langit, Nina Nugroho, Keluarga Masyarakat Langsa (Kemala), De Sanger, SAE Entertainment, Proaktif Musik, LW akan Managemen, Chic’s Musik, Yulidar Generation Alexandra, Panorama Group, Partner Senja, Warteg Kharisma Bahari, dan Roy Sentoso, menjadi saksi bisu atas pengakuan dan penghormatan terhadap dedikasi seorang Connie Sutedja bagi dunia perfilman Indonesia. ich

Read more

NEWS