Jakarta, Channelsatu.com – Industri film Tanah Air kembali dimanjakan dengan kehadiran karya drama yang sarat makna, “Agape: The Unconditional Love”. Digarap oleh rumah produksi HoLoFa Pictures, film ini mengangkat tema cinta tanpa syarat melalui jalinan empat kisah yang saling bertemu di satu tempat, yaitu rumah sakit. Kehadiran aktor senior sekelas Tyo Pakusadewo dan Meriam Bellina sebagai pemeran utama menambah daya tarik film ini, terutama karena mereka mengaku sangat terhubung dengan karakter yang dimainkan.
“Agape” menampilkan Tyo Pakusadewo sebagai Yosua, seorang suami penderita diabetes yang sinis, dan Meriam Bellina sebagai Martha, sang istri yang sabar dan penuh kasih. Akting mereka di film ini sukses membuat para penonton yang hadir dalam acara press screening terhanyut. Chemistry yang kuat dan emosi yang terasa nyata menjadi bukti totalitas keduanya dalam memerankan karakter tersebut.
Meriam Bellina, aktris legendaris yang telah membintangi ratusan film, tak bisa menutupi rasa harunya saat berbagi pengalaman syuting. Ia mengaku perannya sebagai Martha sangat personal baginya. “Saya mengalami pengalaman ini ketika menjaga dan merawat mama dan adik, yang sedang sakit, berat sekali rasanya,” ucapnya. Menurutnya, film ini adalah representasi sempurna dari perasaan seorang caregiver. “Agape mewakili banget, di situ saya harus bisa hilangin ego dan harus bisa sabar, karena biasanya yang sakit itu nggak ngerti kondisi, makanya yang jaga harus.”
Senada dengan Meriam Bellina, Tyo Pakusadewo juga menceritakan bagaimana peran Yosua membuatnya teringat pada pengalaman hidupnya sendiri. “Kisah seperti di film ini pernah saya alami, ketika merawat isteri yang sedang sakit,” kata Tyo. “Saya sedih, tapi saya senang bisa terlibat dalam film ini karena saya sangat terpukau, Meriam sangat bantu bikin akting saya jadi lebih hidup.” Keterbukaan kedua aktor ini menunjukkan betapa mendalamnya pesan yang diusung film ini.
Selain kisah pasangan Yosua dan Martha, “Agape” juga menyajikan narasi yang tak kalah menyentuh dari para karakter lainnya. Ada kisah Sania (Maudy Koesnaedi), seorang single mother yang harus banting tulang siang dan malam demi kesembuhan putrinya, Kira (Sarah Beatrix), yang menderita leukemia. Perjuangan Sania mencerminkan kekuatan luar biasa dari cinta seorang ibu.
Plot lain berfokus pada hubungan persaudaraan antara Gino (Pangeran Lantang) dan Gigi (Rania Putisari), di mana Gino rela mengorbankan impiannya menjadi penyanyi demi merawat adiknya yang mengidap penyakit jantung bawaan. Film ini juga menyoroti makna persahabatan sejati melalui kisah Daffa (Tanta Ginting) yang menderita gagal ginjal dan Bimo (Samuel Rizal), sahabatnya yang setia mendampingi. Semua kisah ini berjalin-kelindan, menciptakan mosaik kehidupan yang penuh dengan harapan, keyakinan, dan usaha tak kenal lelah.
Naskah film ini digarap oleh penulis skenario handal, Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu. Keduanya berhasil meramu cerita multiplot yang kompleks menjadi sebuah kesatuan yang utuh dan menyentuh. “Kami ingin menunjukkan bahwa di balik setiap penderitaan, selalu ada kekuatan cinta yang bisa menjadi penawar,” ujar Arie Azis, sang sutradara. “Film ini bukan sekadar drama, tapi sebuah penghormatan untuk para caregiver di luar sana.”
Film berdurasi 107 menit ini, yang merupakan produksi perdana HoLoFa Pictures dengan produser Michael Lumbang Tobing, dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 4 September 2025. Dengan jajaran pemain yang solid dan cerita yang kuat, “Agape: The Unconditional Love” menjadi salah satu film drama yang paling dinantikan tahun ini.
