Jakarta, Channelsatu.com = Single terbaru Sundari Gasong berjudul “SEDIH” menjadi bukti bahwa perjalanan kreatif seorang musisi tak selalu linear. Lagu yang pertama kali ia tulis pada 2009 ini akhirnya dirilis 16 tahun kemudian, ketika ia merasa waktu dan ruang sudah tepat untuk membagikannya kepada pendengar.
Sundari menegaskan bahwa keputusan merilis lagu ini berasal dari ketertarikannya mengangkat tema kesedihan yang dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama generasi muda. “Lagu ini mengangkat kisah mereka yang terpaksa terjaga dan kesulitan tidur—bukan hanya karena cinta, tapi karena kecemasan sehari-hari,” tuturnya.
Dalam proses produksi, Sundari tetap mempercayakan Debios Ikola sebagai Music Director dan Sis Akbar untuk mixing & mastering. Ia juga berdiskusi panjang dengan kakaknya, Andri Ikola, sebelum finalisasi komposisi dilakukan. Pendekatan kolaboratif itu membuat “SEDIH” hadir dengan warna musik sederhana tetapi kuat secara naratif.
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang memendam rasa, tetapi tidak pernah berani mengungkapkan. Meski berasal dari kisah nyata teman dekatnya, Sundari menuturkan bahwa perasaan itu sangat universal sehingga banyak pendengar kemungkinan merasakan hal serupa.
Secara musikal, “SEDIH” mencoba memberikan ruang untuk pendengar menyelam ke dalam isi hati mereka sendiri. Aransemen minimalis dipilih untuk mempertegas emosi sendu, membuat fokus pendengar tertuju pada lirik dan suara Sundari.
Sundari berharap karya ini menghadirkan resonansi emosional bagi mereka yang tengah merasakan tekanan hidup. Lagu ini juga diharapkan bisa menemani para pendengar pada momen sunyi, ketika kesedihan lebih mudah diakui daripada disembunyikan.
Dirilis secara digital pada 12 Desember 2025, “SEDIH” diharapkan menjadi langkah penting dalam membangun identitas musikal Sundari sebagai penulis lagu yang membawa kejujuran dalam karyanya.
Penutupnya, Sundari memberikan pesan sederhana namun penuh makna kepada publik. “Kalau lagi sedih, coba dengerin. Siapa tahu bisa bantu sedikit menenangkan hati,” ujarnya. ich
