Kota Surabaya, Channelsatu.com – Sebanyak 25 warga Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, mengikuti pelatihan gratis di Bogasari Baking Center (BBC) selama dua hari, Rabu-Kamis, 23-24 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills terhadap Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM).
Peserta pelatihan terdiri dari 20 pelaku UKM yang sudah menjalankan usaha serta lima calon pelaku usaha. Dari lima calon peserta tersebut, tiga di antaranya merupakan ibu rumah tangga dan dua lainnya mahasiswi yang baru menyelesaikan pendidikan.
Manajer Human Resources (HR) Bogasari pabrik Surabaya, Bagus Tri Ardiyanto, mengatakan komposisi peserta sengaja dibuat beragam agar pelatihan tidak hanya menyasar pelaku usaha yang telah berjalan, tetapi juga masyarakat yang sedang mempersiapkan diri masuk ke dunia usaha.

“Peserta pelatihan Bogasari Baking Center kali ini terdiri dari 20 pelaku UKM yang sudah berjalan dan 5 orang calon pelaku usaha,” jelas Bagus dalam siaran pers, Jumat (25/9/2026).
Sebanyak 20 pelaku UKM tersebut merupakan binaan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya. Mayoritas menjalankan usaha di bidang makanan dan minuman, termasuk tiga pemuda Karang Taruna yang selama ini mengelola Café Muda Bisa dengan produk utama berupa minuman.
Melalui pelatihan tersebut, para pelaku usaha didorong memperluas produk dengan menambahkan makanan berbahan dasar tepung terigu. Langkah ini diharapkan dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan omzet usaha yang sudah berjalan.
Sementara lima calon pelaku usaha mendapatkan pelatihan sebagai bekal untuk memulai bisnis. Tiga ibu rumah tangga dipilih Disnaker karena memiliki ketertarikan membuka usaha, sedangkan dua mahasiswi lulusan baru dilibatkan untuk membantu pengembangan usaha yang dikelola para pemuda Karang Taruna.

Selama dua hari, materi pelatihan dibagi menjadi hard skill dan soft skill. Tiga baker Bogasari Baking Center, yakni Hadi, Rivan, dan Winarno, memberikan materi pembuatan tiga produk makanan berbahan terigu, yaitu roti sisir isi gurih dan manis, roti bakar isi gurih dan manis, serta mi ramen kekinian.
“Pelatihan ini kita berikan agar peserta semakin siap membuka usaha dan makin yakin mengembangkan usahanya bagi yang sudah berjalan,” kata Bagus.
Selain kemampuan produksi, peserta mendapatkan materi pemasaran digital, manajemen keuangan sederhana, identitas merek, serta pelayanan prima. Materi tersebut diberikan agar peserta tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami aspek pengelolaan dan pemasaran usaha.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta. Menurutnya, pelatihan dapat menjadi sarana meningkatkan keterampilan sekaligus kapasitas usaha masyarakat.
“Pelatihan ini sangat bagus dan pasti sangat bermanfaat. Dan ini sudah kita lakukan juga di tahun lalu bersama Bogasari dengan peserta berbeda dan kami terus monitor,” ujar Agus. ich
