“Pernah Muda”: Deredia Hadirkan Nostalgia Pop dalam Balutan Retro

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Deredia kembali mencuri perhatian jagat musik Indonesia setelah meluncurkan single “Pernah Muda”, sebuah karya penuh nuansa retro yang sekaligus menjadi simbol perjalanan satu dekade mereka di industri musik. Kehadiran lagu ini dianggap sebagai momen penting, bukan hanya karena kualitas produksinya, tetapi juga karena keberanian band ini untuk menginterpretasikan ulang lagu ciptaan Dewiq yang populer di era 2000-an. Langkah tersebut memperlihatkan kematangan Deredia dalam merangkai musik lintas generasi.

Keputusan membawakan ulang lagu “Pernah Muda” bukan tanpa alasan. Bagi Deredia, lagu ini memiliki resonansi emosional yang kuat dengan tema-tema yang selama ini mereka geluti: nostalgia, cinta sederhana, dan kisah masa lalu yang hangat. Namun berbeda dari versi sebelumnya, Deredia meramu lagu ini dengan sentuhan ragtime, swing, dan polka yang menjadi karakter musik mereka, sekaligus memberikan nuansa baru yang lebih klasik dan teatrikal.

Dalam proses kreasi, Deredia menggandeng produser kawakan **Irwan Simanjuntak** untuk pertama kalinya. Keterlibatan Irwan membawa dinamika baru dalam cara band ini memandang produksi musik. Selama sepuluh tahun, Deredia terbiasa menggarap karya mereka secara mandiri. Namun kali ini, pengaruh Irwan memberikan warna yang lebih modern dan tegas tanpa menghilangkan identitas retro yang sudah melekat kuat.

- Advertisement -

Proses rekaman yang berlangsung singkat—hanya dua hari—justru menghasilkan aransemen yang matang dan kaya. Irwan memacu setiap personel Deredia untuk mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan, memberikan ruang bagi vokal, instrumen tiup, dan ritme klasik mereka untuk tampil lebih berani dan terstruktur. Inovasi ini menunjukkan bahwa Deredia tengah memasuki babak baru dalam perjalanan kreatifnya.

Tema lagu yang ringan tetapi emosional membuat “Pernah Muda” terasa dekat dengan pendengar dari berbagai generasi. Cerita tentang cinta masa muda yang penuh debar menjadi jembatan antara penggemar lama Deredia dan generasi baru yang baru mengenal musik retro Indonesia. Perpaduan aransemen klasik dan tema universal ini menjadi kekuatan utama lagu tersebut.

Secara visual, video klip buatan Dante Kidd menambah kedalaman interpretasi Deredia terhadap nuansa retro. Mengambil lokasi syuting di Hang Tuah S. Parman, video ini menampilkan potongan-potongan visual penuh warna dengan estetika vintage yang konsisten dengan musikalitas mereka. Pendekatan sinematik tersebut mengukuhkan Deredia sebagai band yang serius memadukan musik dan visual sebagai satu kesatuan.

Kiprah Deredia selama satu dekade telah membawa mereka ke berbagai panggung nasional dan internasional. Penampilan di Java Jazz Festival, Synchronize Fest, Esplanade Singapura, hingga Moon Cake Festival Hong Kong memperlihatkan bagaimana musik retro Indonesia mampu menembus batas negara dan budaya. Konsistensi ini menjadi landasan kuat bagi Deredia untuk terus berinovasi.

- Advertisement -

Dengan peluncuran “Pernah Muda”, Deredia menegaskan komitmennya untuk tetap relevan tanpa melepaskan akarnya. Mereka juga memastikan bahwa mini album baru sedang digarap sebagai lanjutan eksplorasi musikal yang lebih luas. Rilisan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Deredia sebagai pionir musik retro Indonesia sekaligus membuka jalan bagi generasi baru penggemar musik klasik modern.

Read more

NEWS