Rp2,6 Triliun Mengalir ke Cipeucang, Untuk Apa Sebenarnya?

Share

Tangsel, Channelsatu.com – Kabar gembira akhirnya datang bagi warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan. Setelah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan gunungan sampah dan bau menyengat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengumumkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di lokasi tersebut. Proyek ini membawa harapan baru akan lingkungan yang lebih sehat sekaligus penanganan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Mega proyek yang akan mulai dibangun pada akhir 2025 ini dirancang untuk mengolah hingga 1.100 ton sampah per hari dan menghasilkan energi listrik bersih sebesar 15,7 megawatt. Teknologi yang digunakan adalah moving grate incinerator, sebuah sistem pembakaran sampah yang diklaim ramah lingkungan dan minim polusi. Dengan nilai investasi mencapai Rp2,65 triliun, PSEL Cipeucang menjadi salah satu proyek strategis nasional yang akan menjadi contoh pengelolaan sampah modern di kota-kota besar lainnya.

Warga menyambut rencana ini dengan penuh harapan. Tammam (37), warga sekitar Cipeucang, mengaku gembira karena sampah di Tangsel selama ini menjadi persoalan yang terus berulang tanpa solusi permanen. “Saya berharap proyek ini benar-benar berjalan dan tak hanya menjadi janji. Selain soal lingkungan, Tammam juga melihat potensi ekonomi dari proyek ini yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat”, kata Tammam.

- Advertisement -

Menurut penjelasan resmi, proyek ini akan dijalankan dengan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha), sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah menggandeng konsorsium PT Indoplas Energi Hijau bersama perusahaan asal Tiongkok, China Tianying Inc., sebagai pelaksana utama proyek. Keberhasilan kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam integrasi teknologi hijau dalam pengelolaan sampah perkotaan.

Di masa mendatang, PSEL Cipeucang diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memberikan manfaat energi bersih bagi jaringan listrik kota. Inisiatif ini sejalan dengan agenda kota pintar (smart city) dan pembangunan berkelanjutan yang diusung Pemkot Tangsel. Peningkatan kualitas lingkungan di sekitar Cipeucang juga diharapkan berdampak pada kualitas hidup warga dan nilai sosial kawasan tersebut.

Tanggapan positif datang dari berbagai kalangan, termasuk pemerhati lingkungan dan akademisi yang menilai proyek ini sebagai bentuk konkret dari integrasi kebijakan hijau dalam tata kelola kota. Meski begitu, pelaksanaan proyek tetap harus dikawal ketat agar tidak melenceng dari rencana awal, baik dari sisi teknis maupun komitmen terhadap prinsip ramah lingkungan. Transparansi dan keterlibatan warga lokal juga menjadi syarat penting keberhasilan program ini.

Selama ini, TPA Cipeucang telah menjadi simbol stagnasi penanganan sampah di kota penyangga ibu kota ini. Banyak pihak berharap proyek PSEL akan mengubah wajah kawasan ini, dari titik kumuh menjadi pusat energi bersih dan transformasi ekologis. Keterlibatan warga dan konsistensi pemerintah akan menjadi kunci dalam mengubah mimpi ini menjadi kenyataan.

- Advertisement -

Dengan dimulainya pembangunan fasilitas ini, Tangerang Selatan bersiap melangkah ke era baru pengelolaan sampah kota. PSEL Cipeucang bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi juga representasi perubahan pola pikir: bahwa sampah bukan akhir dari sesuatu, tapi awal dari energi. ich

Read more

NEWS