Yuyun George Bakal Ungkap Rahasia Kariernya di Diskusi Hari Ibu

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Kehadiran Yuyun George sebagai narasumber utama dalam Diskusi Riang Gembira #Pertempuran Hebat di Industri Musik dan Film Indonesia Jilid 3 Tahun 2025 menambah bobot acara Hari Ibu yang digelar FORWAN di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Sebagai musisi kelas dunia yang dikenal dengan kepiawaiannya memainkan saksofon dan flute, Yuyun membawa perspektif kuat mengenai perjalanan perempuan di panggung hiburan. “Ini kesempatan berharga buat saya untuk ikut menyuarakan pengalaman perempuan musisi,” ujar Yuyun.

Yuyun menyampaikan rasa bangganya kepada media karena dipercaya mengisi forum yang mempertemukan mahasiswi, komunitas ibu-ibu, serta pelaku kreatif lainnya. Ia menyebut forum ini sebagai ruang berbagi pengalaman karier sepanjang puluhan tahun yang membentuk dirinya sebagai musisi profesional. “Saya bangga dipercaya FORWAN. Saya ingin berbagi perjalanan saya selama bertahun-tahun di dunia musik,” tuturnya.

Antusiasme Yuyun semakin terpancar saat ia mengungkapkan ketertarikan pada tema diskusi yang menyoroti peran perempuan hebat di industri musik dan film. Baginya, ruang diskusi seperti ini sangat penting karena membuka kesempatan bagi perempuan muda untuk memahami realitas industri yang kompetitif. “Isu perempuan di industri hiburan itu nyata, dan forum seperti ini membantu membuka mata generasi muda,” kata Yuyun.

- Advertisement -

Ia menilai peserta yang didominasi perempuan akan menciptakan interaksi yang lebih hidup dan berkelas. Yuyun optimistis suasana diskusi akan kaya dengan gagasan baru dan cerita inspiratif yang lahir dari beragam pengalaman. “Dengan peserta mahasiswi dan ibu-ibu, saya yakin diskusinya akan seru, hidup, dan berkelas,” ucapnya.

Dalam pernyataannya, Yuyun memberikan penghargaan kepada FORWAN dan institusi pendukung seperti Kementerian Kebudayaan RI, UHAMKA, Nina Nugroho, Mata Langit, KEMALA, Humble Baker, Diva Production, hingga KAPITA atas langkah berani menghadirkan narasumber perempuan kreatif sebagai pusat acara. Ia menyebut inisiatif tersebut sebagai terobosan yang jarang dilakukan dalam agenda Hari Ibu sebelumnya. “Selama ini narasumber Hari Ibu itu pejabat. FORWAN beda karena menghadirkan perempuan pelaku industri kreatif. Ini sesuatu banget,” ujarnya.

Menurutnya, diskusi Hari Ibu selama ini lebih banyak menampilkan pejabat atau birokrat, sehingga kehadiran para pelaku kreatif lapangan menjadi angin segar bagi ekosistem industri hiburan. Yuyun menilai pendekatan ini lebih dekat dengan realitas dan dapat menginspirasi perempuan muda yang ingin meniti karier di dunia seni. “Kalau yang berbicara orang lapangan, ceritanya lebih jujur dan terasa dekat,” jelas Yuyun.

Yuyun berharap diskusi ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk memahami tantangan dan peluang di industri musik dan film, sekaligus memperkuat partisipasi perempuan dalam industri kreatif. Ia percaya forum seperti ini mampu menciptakan ruang pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan. “Harapan saya, peserta pulang membawa inspirasi dan keberanian untuk berkarya,” ungkapnya.

- Advertisement -

Acara tersebut akan digelar pada 22 Desember 2025 di Kampus UHAMKA Jakarta dan menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Ibu yang menyoroti kontribusi perempuan di dunia hiburan Indonesia. Yuyun memastikan dirinya siap menyampaikan pandangan, pengalaman, serta motivasi kepada seluruh peserta yang hadir. ich

Read more

NEWS