Jakarta, channelsatu.com – Ulang tahun ke-32 Dinar Candy dipenuhi kebahagiaan dan kejutan istimewa. Salah satu momen yang paling berkesan datang dari sang ayah, Acep Ginayah Sobiri, yang memberikan hadiah mewah berupa kalung berlian bernilai ratusan juta rupiah. Hadiah itu tidak hanya menjadi simbol kasih sayang, tetapi juga hasil dari kerja keras sang ayah sebagai pengusaha penggilingan beras.
Bertempat di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, perayaan ulang tahun tersebut berlangsung meriah dengan suasana kekeluargaan. Di hadapan awak media, Acep mengungkap bahwa kalung berlian yang ia berikan dibeli dari hasil panen beras. Ia sengaja memilih perhiasan yang mencolok agar sesuai dengan karakter Dinar yang dikenal tampil glamor.
“Ini abis panen, Bapak bawa ke pasar biar jadi duit, terus Bapak beliin ini (kalung), spesial buat Teteh ke-32 tahun,” kata Acep.
Nilai hadiah yang fantastis itu sempat membuat Dinar tertawa sambil menggoda sang ayah. Ketika Acep menyebut harga kalung mencapai ratusan juta, Dinar dengan gaya bercandanya langsung menimpali, “Jangan dijawab, Bapak, takut didenger (orang) pajak.”
Menurut Acep, pemilihan kalung sebagai hadiah ulang tahun bukan tanpa alasan. Ia merasa kalung adalah jenis perhiasan yang mudah terlihat dan cocok dengan gaya sang anak. Ia juga menegaskan bahwa urusan jodoh belum menjadi prioritas bagi Dinar, karena saat ini ia masih ingin melihat putrinya fokus mengejar karier.
“Kenapa kalung? Karena supaya kelihatan. Itu mantu mah nanti aja, belum, biar (Dinar) karier dulu,” ujar Acep santai.

Acep juga menyesuaikan pilihan perhiasan dengan selera anaknya. Dinar diketahui kurang menyukai emas kuning, sehingga dipilihlah kalung berlian. Dalam proses pembeliannya, ia pun sempat dibantu oleh manajer Dinar agar sesuai dengan selera putrinya.
“Bapak beliin kalung ini karena Teteh nggak suka emas itu emas kuning ya, jadi beliin berlian. Ini juga belinya dibantuin si itu (manajer),” tambahnya.
Dalam suasana penuh kehangatan, Dinar sempat melontarkan pertanyaan iseng apakah kalung tersebut berasal dari hasil penjualan sawah. Namun sang ayah menegaskan bahwa semua dana berasal murni dari hasil panen beras.
“Beli ini hasil jual sawah, Pak?” tanya Dinar.
“Nggak ko, jual hasil panen semuanya,” jawab Acep.
Selain menerima hadiah spesial, Dinar juga mengungkapkan bahwa momen ulang tahun kali ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan diri. Ia ingin menjadikan usia barunya sebagai titik awal untuk memperbaiki diri setelah melewati berbagai ujian kehidupan di tahun-tahun sebelumnya.
“Banyak hal yang terjadi di tahun kemarin. Tahun ini aku mau lebih tenang, lebih fokus, dan berusaha jadi pribadi yang lebih baik,” ucap Dinar.
