Jumat , 19 Juli 2024
Home / Showbiz / Tradisi Mancing Snap Mor Jadi Daya Tarik Festival Biak Munara Wampasi 2019
Wisata di Biak Papua. Foto: Dok.  Poskomlik Kemenpar.
Wisata di Biak Papua. Foto: Dok. Poskomlik Kemenpar.

Tradisi Mancing Snap Mor Jadi Daya Tarik Festival Biak Munara Wampasi 2019

Wisata di Biak Papua. Foto: Dok.  Poskomlik Kemenpar.
Wisata tradisi mancing  di Biak Papua. Foto: Dok. Poskomlik Kemenpar.

Biak, Numfor-Papua, channelsatu.com: Tradisi memancing khas yang memanfaatkan surutnya air laut di  Kabupaten Biak, Numfor, Papua, bernama Snap Mor jadi daya tarik untuk wisatawan yang datang saat Festival Biak Munara Wampasi 2019.

Budayawan Biak Mikaron Sumbre saat gelaran berlangsung di Kabupaten Biak, Selasa (2/7/2019) mengatakan, tradisi memancing ini sudah dilakukan sejak dahulu. Apalagi, sebelum melakukan memancing dilakukan ritual terlebih dahulu.

“Tradisi ini penuh makna, setiap peserta yang ingin memancing harus melewati beberapa ritual terlebih dahulu. Gunanya untuk mensucikan diri agar hasil pancingan membawa keberkahan bagi masyarakat di Biak,” katanya.

Kemudian, lanjut Mikaron Sumbre, dari sisi alat yang digunakan dahulu menggunakan kayu yang dibuat menjadi runcing. Namun kehadiran penjajah Belanda dan Jepang maka perlahan menggunakan besi putih pada bagian ujungnya yang berfungsi untuk menangkap ikannya.

“Jika, tombak berukuran besar maka jumlah besi putihnya sebanyak delapan buah, namun jika berukuran kecil maka cukup enam buah saja. Penggunaan besi putih karena besi putih tidak mudah berkarat ketika masuk ke dalam air laut,” katanya.

Seusai melakukan ritual, maka masyarakat Kabupaten Biak berbondong-bondong berlari menuju air laut untuk menangkap ikan.

“Ikan yang ada di sini kebanyakan adalah ikan karang seperti ikan kerapu dan ikan kakap merah maupun kakap putih, ada juga ikan kapas khas Biak,” ujar Mikaron Sumbre.

Sementara itu Sekda Biak Markus Mansnebra mengatakan selain keunikan dalam menangkap ikan, maka wisatawan juga diberikan keindahan air laut. Pasalnya, air laut di Kabupaten Biak terdapat Samudera Pasifik yang membentang luas.

“Tradisi memancing ini selalu dilakukan pada bulan Juli, terlebih air laut dalam kondisi surut sehingga tradisi ini bisa dilakukan oleh masyarakat maupun wisatawan yang ingin mencoba menangkap ikan,” urainya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Calender of Event Kementerian Pariwisata Raseno Arya menilai kehadiran Snap For semakin memperlihatkan keberadaan pariwisata Indonesia dari sisi yang lain yakni sisi budaya.

“Biak menjadi salah satu pulau paling indah di Indonesia Timur selain kekayaan alam, ada juga pulau tiga warna. Kita melihat bahwa kekuatan budaya sangat menonjol sehingga sangat layak untuk dipelihara dan dilestarikan, nuansa budaya juga harus lebih dikentalkan lagi,” katanya. Ibra/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

About Muhammad Bakti

Check Also

Project Pop, group vokal komedi mengeluarkan full album, dikemas dengan judul "2856". Foto/Istimewa

Project Pop Rilis Album 2856, Libatkan Nagita Slavina Hingga Inul Daratista

Jakarta, Channelsatu.com-Project Pop, group vokal komedi yang telah berkarier sejak tahun 1996 kembali merilis album …

Album perdana dari penyanyi dan penulis berparas cantik, Bernadya, Sialnya Hidup Harus Terus Berjalan. Foto/Istimewa

Album Perdana Bernadya: Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan

Jakarta, Channelsatu.com-Perjalanan hidup seseorang menciptakan kesan tersendiri bagi itu pahit ataupun manis. Seperti yang tergambar …

InShot_20231203_054429194

Dibalik Pernikahan Bunga Citra Lestari, Ada Peran Stephen Wongso

Jakarta, channelsatu.com: Sabtu (2/12/2023 kemarin, Bunga Citra Lestari (BCL) telah resmi menikah untuk kedua kalinya …

Dewan Juri Akhir & Panpel FFWI. Foto: Its.

Dewan Juri Akhir FFWI 2023

Dewan Juri Akhir & Panpel FFWI. Foto: Its. Jakarta, channelsatu.com: Pada perhelatan akbar Festival Film …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *