Tokoh Pers Haji Susilo Wafat, Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia Kenang Dedikasi dan Kedermawanannya

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya salah satu anggota Dewan Kehormatan, H Tahtit Eko Budi Susilo atau Haji Susilo. Almarhum menghembuskan napas terakhir pada usia 68 tahun, meninggalkan jejak panjang pengabdian yang selama ini memberi warna bagi dunia pers dan berbagai institusi sosial yang ia dampingi. Kepergian sosok yang dihormati di kalangan jurnalis ini menjadi pukulan bagi banyak pihak yang pernah merasakan kebaikan dan kontribusinya.

Ketua Umum YPJI, Andi Arif, mengenang almarhum sebagai figur yang tak hanya hadir sebagai pembina, tetapi juga sebagai penggerak yang memberikan banyak dukungan bagi perkembangan organisasi. Ia menegaskan bahwa peran besar Haji Susilo masih dirasakan hingga kini, baik melalui kontribusi fisik maupun moral yang terus menguatkan YPJI dalam menjalankan program-programnya. Andi menyebut bahwa kantor Sekretariat YPJI di Jagakarsa merupakan salah satu wujud nyata dari kemurahan hati almarhum, begitu juga dengan satu unit ambulans yang turut dihibahkan untuk mendukung kegiatan sosial organisasi.

Ungkapan duka juga mengalir dari jajaran pengurus YPJI dan para jurnalis yang mengenal dekat sosok almarhum. Mereka memandang Haji Susilo sebagai pribadi hangat dan dermawan dengan kepedulian mendalam terhadap perkembangan dunia pers. Kedekatannya dengan komunitas jurnalis tak hanya tampak dalam perannya di YPJI, tetapi juga melalui perjalanan panjangnya sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya yang membuatnya dikenal luas di lingkungan media.

- Advertisement -

Tidak hanya aktif di dunia jurnalistik, Haji Susilo juga memiliki kiprah signifikan dalam dunia pendidikan dan keagamaan. Ia dipercaya menjadi Dewan Kehormatan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah dan menjadi pendiri Pondok Pesantren Hidayatullah. Kiprah ini menunjukkan luasnya komitmen almarhum, mulai dari penguatan lembaga pendidikan hingga pembinaan karakter generasi muda berbasis keagamaan. Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang ringan tangan, visioner, dan selalu hadir ketika dibutuhkan.

Komunitas jurnalis, pengurus organisasi kemanusiaan, hingga para akademisi mengakui bahwa kepergian Haji Susilo meninggalkan kekosongan yang sulit tergantikan. Dedikasi, kepedulian sosial, dan konsistensinya dalam mendampingi berbagai lembaga menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang. Banyak pihak berharap nilai-nilai yang ia tanamkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya, khususnya dalam memperkuat solidaritas dan profesionalitas di dunia pers.

Wafatnya Haji Susilo tak hanya membawa duka, tetapi juga menghadirkan renungan mengenai pentingnya peran tokoh-tokoh yang bekerja dalam sunyi untuk mendukung industri media dan kegiatan sosial di Indonesia. Kontribusi besar yang ditinggalkannya menjadi bukti bahwa kepedulian mampu membawa perubahan besar bagi masyarakat, terutama melalui wadah seperti YPJI yang fokus pada kesejahteraan jurnalis. Almarhum meninggalkan jejak kebaikan yang tak lekang oleh waktu.

Di tengah rasa kehilangan, keluarga besar YPJI dan komunitas jurnalis di Tanah Air sepakat bahwa dedikasi almarhum harus diteruskan. Nilai kepedulian, kedermawanan, dan keteguhan yang ia contohkan menjadi modal penting untuk memperkuat kerja-kerja kemanusiaan, pendidikan, dan pembinaan profesi jurnalistik. Selamat jalan Haji Susilo. Terima kasih atas segala kebaikan dan pengabdian yang telah diwariskan. ich

Read more

NEWS