Tangerang Selatan, Channelsatu.com – Sosok remaja berusia 15 tahun ini sedang menjadi perbincangan publik. Anastasya Febrianty Susilo, atau Tasya, kembali mencuri perhatian setelah memastikan tempatnya di 20 besar Dangdut Academy 7. Perjalanan Tasya menjadi cerminan bagaimana bakat, dukungan keluarga, dan keberanian dapat membawa seorang pelajar SMP ke panggung nasional yang penuh kompetisi.
Sejak kecil, Tasya sudah akrab dengan musik dangdut, meski rasa cintanya baru menguat saat menginjak usia remaja. “Aku mulai suka dangdut pas SMP. Orang tua yang jadi inspirasi utama aku untuk terus berani tampil,” katanya. Tasya menyebut keterlibatan keluarganya menjadi bagian terpenting dalam setiap pencapaiannya.
Masuk ke 25 besar menjadi titik awal perjalanan yang lebih besar. Dari sana, Tasya berhasil menembus babak 20 besar dengan konsistensi vokal dan mental yang kuat. Meski tampak lancar, Tasya mengakui bahwa prosesnya tidak tanpa hambatan. “Yang paling penting itu melawan rasa takut. Kalau kita sudah berani, semuanya jadi mungkin,” ujarnya.
Momen yang tak bisa dilupakan adalah kejadian ketika para juri memintanya melakukan pantomim. “Karena mereka tahu aku pernah ikut lomba pantomim, aku langsung diminta tampil. Deg-degan, tapi seru banget,” kenang Tasya sambil tersenyum.
Aksi panggung Tasya membawakan “Maling” dan “Jera” membuat para juri yakin bahwa ia memiliki potensi besar. Sorak penonton pun menjadi bukti bahwa pesona panggungnya meninggalkan kesan mendalam. Energi remaja yang tulus, ditambah teknik vokal yang matang, membuat Tasya disebut sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan tahun ini.
Gelombang dukungan dari warga Tangerang Selatan menjadi semangat tambahan bagi Tasya. Banyak keluarga hingga komunitas lokal yang datang langsung memberi dukungan, bahkan menggelar nonton bareng ketika Tasya tampil. “Dukungan mereka itu luar biasa banget. Aku sampai terharu,” ungkapnya.
Setelah tampil di babak 20 besar, Tasya memasang target baru. Ia ingin lebih percaya diri, meningkatkan kemampuan vokal, dan memperluas karya lewat platform digital. Selain itu, pendidikan tetap menjadi prioritas. “Aku mau sekolah tetap nomor satu, tapi aku juga mau terus berkarya,” ujarnya.
Dari kota kecil di Jabodetabek menuju panggung nasional, perjalanan Tasya menjadi bukti bahwa mimpi bisa diraih siapa saja. Ia berharap generasi muda lainnya tidak takut mencoba. “Kalau mau punya impian, jangan ditunda. Langkahkan dulu, nanti kita akan lihat hasilnya,” tukasnya. ich
