Tangsel Tata Ulang Kabel Udara di 7 Ruas Jalan Protokol

Share

Tangsel, Channelsatu.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali melanjutkan program penataan kabel udara di tujuh ruas jalan utama sebagai langkah konkret membangun kota yang lebih rapi, modern, dan aman. Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), program ini menyasar sejumlah titik prioritas yang telah disurvei secara menyeluruh.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa penataan kabel ini bukan sekadar mempercantik kota, tetapi juga mengutamakan keselamatan pengguna jalan. Kabel menjuntai yang selama ini menjadi keluhan masyarakat diupayakan dialihkan ke dalam jaringan bawah tanah melalui pemasangan mainhole berspesifikasi teknis tinggi. Menurut Pilar, tujuan akhirnya adalah menghadirkan kota modern yang tertib secara visual dan aman secara fungsional.

Adapun tujuh ruas jalan yang akan ditata ulang kabel udaranya adalah Jalan Kertamukti, Jalan Pondok Betung, Jalan Villa Melati Mas, Jalan Pahlawan, Jalan Surya Kencana hingga batas Depok, Jalan Raya Jelupang, dan Jalan Rawa Buntu Utara. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan intensitas aktivitas masyarakat serta kerawanan visual akibat kabel yang belum tertata.

- Advertisement -

Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangsel, Robbi Cahyadi, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari upaya bertahap yang telah berjalan sejak 2022. Hingga tahun 2024, penataan sudah menjangkau 10 ruas jalan, termasuk Jalan Ciater Raya, Jalan Tarumanegara, dan Jalan Wr. Supratman. Setiap tahunnya, Pemkot Tangsel menargetkan pertambahan ruas jalan agar infrastruktur jaringan telekomunikasi lebih tertata dan tidak mengganggu estetika kota.

Tak hanya pemerintah daerah, penataan ini juga melibatkan lebih dari 20 provider jaringan, PLN, serta tiga vendor pelaksana yang ditunjuk APJATEL untuk memastikan pengerjaan sesuai standar teknis. Pemasangan mainhole berukuran 80×80 cm hingga 80×120 cm dilakukan dengan kedalaman khusus agar proses penyambungan kabel dapat dilakukan secara aman dan rapi.

Koordinator Daerah Apjatel Wilayah Tangerang, Hery, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam proyek ini adalah mencari titik aman untuk pemasangan mainhole tanpa mengganggu drainase atau jalur utilitas lain. Ia menambahkan bahwa masyarakat kerap salah paham mengira proyek ini adalah galian saluran air, padahal fokusnya pada kabel telekomunikasi bawah tanah.

Melalui pendekatan teknis yang matang dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Tangsel berharap program ini mendapat dukungan penuh masyarakat. Diharapkan, hasil penataan ini tidak hanya memperbaiki wajah kota, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan kebanggaan warga terhadap ruang publik mereka. ich

Read more

NEWS