Kota Tangerang, Channelsatu.com – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) mendorong masyarakat mulai beralih ke teknologi dapur yang lebih efisien dan ramah lingkungan dengan mengenalkan penggunaan kompor induksi. Inisiatif ini bertujuan memperkenalkan gaya hidup hemat energi di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga modern, sekaligus bagian dari edukasi menuju transisi energi yang lebih berkelanjutan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, menjelaskan pentingnya masyarakat mengenal dan memahami manfaat kompor induksi sebagai alternatif peralatan memasak yang praktis, ekonomis, dan aman. Kompor induksi menggunakan teknologi elektromagnetik untuk memanaskan langsung peralatan masak, bukan melalui api terbuka atau elemen pemanas konvensional, sehingga proses memasak menjadi lebih efisien.
“Keuntungan kompor induksi adalah panas yang dihasilkan lebih efisien dibandingkan kompor gas konvensional, proses pemanasan lebih cepat, suhu dapat diatur, dan yang terpenting, lebih aman serta modern untuk kebutuhan dapur keluarga,” ungkap Muhdorun, Selasa (8/7/25). Ia menambahkan, teknologi ini sejalan dengan visi Kota Tangerang untuk mendorong masyarakat menjalani pola hidup yang lebih cerdas secara energi dan ramah lingkungan.
Program pengenalan kompor induksi juga dikaitkan dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Menurut Muhdorun, efisiensi energi dalam aktivitas memasak harian akan berdampak pada penurunan biaya rumah tangga, sekaligus membantu menekan emisi karbon dari aktivitas domestik. Selain itu, dapur menjadi ruang strategis dalam membentuk kebiasaan keluarga yang mendukung keberlanjutan dan kesehatan pangan.
Dalam rangka memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, DKP Kota Tangerang bersama PT PLN (Persero) UP3 Cikokol akan menggelar acara “Electrifying Lifestyle Vaganza” yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini akan berlangsung pada Kamis, 10 Juli 2025, di Grha Bhakti Karya, Modernland. Masyarakat diundang untuk melihat langsung demo penggunaan kompor induksi, diskusi manfaat, serta berbagai aktivitas yang mendorong transformasi gaya hidup rumah tangga.
Pengenalan kompor induksi tidak hanya dianggap sebagai solusi praktis dalam memasak, tetapi juga sebagai langkah kecil yang berdampak besar dalam pembangunan kota berkelanjutan. Pemanfaatan energi listrik untuk kebutuhan rumah tangga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna.
Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang meyakini bahwa perubahan gaya hidup masyarakat harus dimulai dari kesadaran individu terhadap teknologi yang memberi manfaat langsung. “Tentunya, ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan penggunaan energi yang bijak. Inilah yang mulai kami edukasi dan terapkan dari satu rumah ke rumah lainnya,” ujar Muhdorun.
Dengan edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, Kota Tangerang berharap dapat menjadi percontohan kota cerdas energi di masa depan. Kompor induksi kini bukan sekadar alat, melainkan simbol perubahan menuju masa depan rumah tangga yang modern, hemat energi, dan peduli terhadap lingkungan.
