Rajawali Suntik Rp500 Miliar, Hyppe Siap Tancap Gas Jadi Raksasa Media Sosial Lokal

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Langkah besar dilakukan PT Rajawali dengan mengakuisisi 70 persen saham platform media sosial Hyppe senilai Rp500 miliar. Aksi korporasi ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor ekonomi digital nasional kian dilirik sebagai mesin pertumbuhan baru yang menjanjikan.

Akuisisi tersebut tidak sekadar transaksi bisnis, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem digital berbasis karya anak bangsa. Hyppe, yang selama ini dikenal sebagai platform media sosial lokal, diproyeksikan naik kelas dan bersaing di pasar global yang didominasi pemain asing.

CEO Hyppe, Magindran, menilai keputusan menerima akuisisi merupakan langkah strategis untuk mempercepat ekspansi. Ia mengakui bahwa valuasi perusahaan berpotensi meningkat seiring pertumbuhan pengguna, namun momentum kolaborasi dinilai lebih penting.

- Advertisement -

“Kalau menunggu pertumbuhan user, valuasi bisa lebih besar. Tapi kami berbesar hati menerima akuisisi ini demi mempercepat pengembangan platform,” ujar Magindran.

Masuknya PT Rajawali sebagai pemegang saham mayoritas membuka ruang akselerasi dari sisi pendanaan dan pengembangan teknologi. Dukungan ini dinilai krusial untuk memperkuat daya saing Hyppe di tengah ketatnya kompetisi industri media sosial global.

Meski terjadi perubahan struktur kepemilikan, arah bisnis Hyppe dipastikan tetap konsisten pada visi awal. Platform ini akan terus fokus membangun ekosistem media sosial yang sehat, aman, dan memberikan nilai ekonomi bagi kreator.

PT Rajawali sendiri dikenal memiliki rekam jejak dalam mendukung pertumbuhan bisnis lokal. Dalam kerja sama ini, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga identitas Hyppe sebagai produk digital asli Indonesia.

- Advertisement -

Magindran menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menghadapi dominasi platform global. “Kami siap bersaing dengan aplikasi luar, apalagi jika mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Ke depan, Hyppe menargetkan pertumbuhan agresif dalam dua tahun mendatang, termasuk memperluas basis pengguna dan memperkuat fitur creator economy serta user economy. Akuisisi ini sekaligus membuka peluang baru bagi UMKM dan kreator lokal untuk berkembang dalam ekosistem digital yang lebih inklusif. ich

Read more

NEWS