Tak Banyak yang Tahu, Ini Peran Besar Nungki di Dunia Film Indonesia

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Di tengah derasnya arus globalisasi industri film, nama Nungki Kusumastuti hadir sebagai penjaga sunyi yang konsisten merawat identitas budaya Indonesia. Dikenal luas sebagai penari tradisional Jawa, Nungki justru menunjukkan pengaruh kuat di balik layar perfilman, menghadirkan pendekatan artistik yang jarang disentuh sineas lain.

Perjalanan akademiknya yang menembus lintas disiplin—dari antropologi tari hingga sejarah—membentuk cara pandang unik dalam membaca film. Bagi Nungki, sinema bukan sekadar medium visual, melainkan ruang tafsir budaya yang hidup dan terus bergerak.

Dalam berbagai karya dan keterlibatannya di dunia film, ia kerap menghadirkan pendekatan berbasis tubuh atau body movement sebagai bahasa naratif. Pendekatan ini menjadikan film tidak hanya bercerita melalui dialog, tetapi juga melalui gestur, ritme, dan ekspresi visual yang kaya makna.

- Advertisement -

Sebagai dosen di Institut Kesenian Jakarta sejak akhir 1980-an, Nungki juga berperan penting dalam membentuk generasi baru insan perfilman. Ia menanamkan pentingnya kesadaran budaya sebagai fondasi utama dalam berkarya, terutama di tengah dominasi tren global yang kerap mengikis identitas lokal.

“Film Indonesia harus punya karakter. Kalau kita kehilangan akar budaya, maka kita hanya akan menjadi peniru, bukan pencipta,” tegas Nungki dalam keterangannya.

Tak berhenti di ruang kelas, kontribusinya juga meluas melalui berbagai forum seni dan kolaborasi lintas disiplin. Pengalamannya mendirikan Indonesian Dance Festival menjadi salah satu bukti bagaimana ia membangun jembatan antara seni tradisi dan kontemporer, termasuk dalam konteks perfilman.

Dalam lanskap industri yang semakin kompetitif, Nungki melihat tantangan sekaligus peluang. Ia mendorong sineas muda untuk tidak sekadar mengikuti pasar, tetapi berani menggali identitas budaya sebagai kekuatan utama dalam berkarya.

- Advertisement -

“Justru di tengah globalisasi, keunikan budaya kita adalah keunggulan. Itu yang harus diolah dan diangkat dalam film,” ujarnya.

Keikutsertaannya sebagai narasumber dalam diskusi “Ngobrol Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni 2026” menjadi salah satu ruang berbagi pemikiran, meski bukan panggung utama kiprahnya. Bagi Nungki, kontribusi terbesar tetap berada pada karya dan proses panjang membangun kesadaran budaya dalam dunia film.

Di tengah perubahan zaman, sosok Nungki Kusumastuti menjadi simbol konsistensi—bahwa film Indonesia tidak hanya soal industri, tetapi juga tentang menjaga jiwa dan identitas bangsa. ich

Read more

NEWS