Jakarta, Channelsatu.om – Menjelang liburan akhir tahun dan memasuki tahun baru, masyarakat perkotaan kian sadar bahwa liburan ideal bukan hanya soal destinasi menarik, tetapi juga soal pengelolaan keuangan yang cermat. Keinginan untuk tetap bersenang-senang tanpa membuat kondisi finansial berantakan mendorong tren baru: liburan cashless yang praktis, aman, dan terkendali.
Pergantian tahun kini dimaknai sebagai momentum menata ulang kebiasaan finansial. Tidak sedikit masyarakat mulai membiasakan pencatatan pengeluaran, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, hingga memilih metode pembayaran digital agar liburan tetap nyaman tanpa rasa waswas kehilangan uang atau kerepotan mencari kembalian.
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia. Data Kementerian Pariwisata mencatat sepanjang 2024 terjadi 1,021 miliar perjalanan wisata domestik, menegaskan bahwa liburan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup urban. Dalam konteks ini, solusi pembayaran digital dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan perjalanan lebih efisien.
Dompet digital hadir sebagai alternatif yang memudahkan transaksi di berbagai situasi, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga hiburan. Dengan riwayat transaksi yang tercatat otomatis, pengguna dapat memantau pengeluaran secara real time, sehingga risiko pengeluaran impulsif selama liburan dapat ditekan.
Menurut Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, perubahan gaya liburan masyarakat mendorong adaptasi layanan keuangan digital. “Dengan semakin beragamnya gaya liburan masyarakat, kami percaya solusi keuangan digital juga harus fleksibel. DANA hadir dengan beragam fitur supaya perjalanan lebih simpel, aman, dan bebas ribet tanpa harus bergantung pada uang tunai,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kenyamanan bertransaksi harus tetap diimbangi dengan kesadaran keamanan digital. “Meski serba cashless, keamanan tetap penting. Pastikan akun terlindungi, jangan membagikan OTP atau PIN kepada siapa pun, dan manfaatkan fitur keamanan di aplikasi,” tegas Olavina.
Tren liburan cashless ini menandai pergeseran perilaku finansial masyarakat urban yang semakin rasional, praktis, dan sadar risiko. Liburan bukan lagi soal seberapa banyak uang dibawa, melainkan seberapa cerdas mengelolanya. ich
