Bangkok, Channelsatu.com – Hasil riset terbaru yang diumumkan dalam ajang Lifestyle Asia Best Bites Awards di Andaz One Bangkok membuka peta strategi baru bagi industri retail nonsubstansial. Riset bersama antara Vero dan BurdaLuxury mengungkapkan bahwa pengalaman bersantap mewah (luxury dining) di Asia Tenggara kini menjadi lifestyle touchpoint yang sangat efektif untuk memicu minat belanja konsumen premium terhadap kategori produk lain, seperti home & design (39,67%), fashion (40,16%), dan wellness (38,5%).
Konektivitas ini sangat kuat terlihat di Thailand, di mana 51% responden premium mengaku bahwa preferensi fashion mereka terinspirasi dari pengalaman kuliner mewah. Angka ini melampaui Malaysia (36%) dan Singapura (33,5%). Dengan fakta bahwa 9 dari 10 responden selalu mencoba restoran baru setelah melihat unggahan digital, makanan terbukti menjadi medium komunikasi visual dan penceritaan (storytelling) lintas sektor yang sangat kuat di era modern.
Menurut CEO BurdaLuxury, Björn Rettig, dinamika ini mengubah fungsi restoran mewah dari sekadar tempat makan menjadi ekosistem gaya hidup yang memengaruhi cara konsumen berinteraksi dengan budaya dan produk di sekitarnya.
“Melalui white paper ini, kami ingin memahami lebih dalam apa yang benar-benar penting bagi para penikmat kuliner mewah di Asia Tenggara saat ini,” ujar Björn Rettig, CEO BurdaLuxury. “Temuan yang kami peroleh mengonfirmasi pergeseran yang semakin kami amati: dari konsumsi berorientasi status menuju pencarian pengalaman yang lebih bermakna. Melalui makanan, konsumen membangun koneksi dengan budaya, orang lain, dan diri mereka sendiri, sementara restoran berkembang menjadi salah satu titik sentuh paling berpengaruh dalam lanskap gaya hidup yang lebih luas.”
Melihat tingginya pengaruh media sosial dan kebutuhan akan konten berbasis pengalaman nyata (user-generated content), perusahaan non-F&B kini disarankan untuk mulai mengintegrasikan elemen kuliner—seperti kolaborasi multi-sensori atau aktivasi budaya—dalam strategi komunikasi mereka guna membangun kredibilitas di pasar yang kian selektif.
Sireethon Auerat, Account Director Vero Thailand, menambahkan bahwa kunci utama keberhasilan penetrasi pasar ini terletak pada kemampuan brand dalam memosisikan produk mereka ke dalam ruang emosional konsumen yang tercipta saat bersantap.
“Konsumen premium di Asia Tenggara saat ini tidak lagi sekadar menerima informasi dari brand, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk pengalaman itu sendiri,” ujar Sireethon Auerat, Account Director Vero Thailand. “Kami melihat adanya pergeseran, di mana pengalaman bersantap kini menjadi momen yang dipengaruhi oleh emosi sekaligus membentuk identitas seseorang. Ketika sebuah pengalaman kuliner mampu meninggalkan kesan yang kuat, pengaruhnya tidak berhenti di meja makan. Pengalaman tersebut dapat memengaruhi cara seseorang membangun koneksi, memilih destinasi perjalanan, mengambil keputusan pembelian, hingga berinteraksi dengan brand. Karena itu, peluang terbesar bagi brand adalah menciptakan pengalaman yang terasa personal, bermakna, dan layak untuk dibagikan.” ich
