Kabanjahe, Channelsatu.com – Anggota DPR RI Komisi II dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara III, Bob Andika Mamana Sitepu, S.H., M.H., mendorong penguatan pelayanan publik sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan, khususnya ketika masyarakat menghadapi situasi bencana.
Pesan tersebut disampaikan Bob Andika saat melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama masyarakat Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (13/9/2026). Kegiatan yang digelar di Jambur Desa Ketaren itu diikuti sekitar 150 peserta dari unsur masyarakat dan komunitas setempat.
Dalam sosialisasi tersebut, Bob Andika menjelaskan bahwa Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar konsep yang harus dipahami masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang cepat, adil, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Hal itu dinilai semakin penting di tengah berbagai situasi bencana yang terjadi di Sumatera Utara. Dalam kondisi darurat, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat dituntut mampu memperkuat koordinasi agar penanganan terhadap warga terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Bob Andika menekankan, pelayanan publik tidak boleh berhenti hanya karena terjadi bencana. Pemerintah di setiap tingkatan perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus menyediakan akses informasi yang akurat dan mudah diperoleh.

“Dalam situasi bencana, negara harus hadir. Nilai-nilai 4 Pilar harus terlihat dalam tindakan nyata, terutama bagaimana pemerintah memberikan pelayanan dan melindungi masyarakat tanpa membeda-bedakan,” tegas Bob Andika.
Ia juga menilai semangat persatuan dan gotong royong menjadi modal penting dalam menghadapi kondisi darurat. Menurutnya, masyarakat, pemerintah, komunitas, maupun berbagai unsur lainnya harus bergerak bersama sesuai peran masing-masing.
Selain pelayanan dasar, respons terhadap bencana juga membutuhkan mekanisme pengaduan masyarakat yang efektif. Akses informasi, proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang terdampak harus menjadi perhatian bersama.

Melalui Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut, Bob Andika berharap masyarakat semakin memahami bahwa nilai kebangsaan memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Persatuan, keadilan, dan gotong royong, kata dia, harus diwujudkan dalam berbagai bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap sesama.
Dari Kabanjahe, pesan yang disampaikan Bob Andika tidak hanya berkaitan dengan penguatan wawasan kebangsaan, tetapi juga pentingnya menghadirkan negara di tengah masyarakat. Terutama ketika bencana terjadi, kekuatan bangsa tercermin dari kemampuan seluruh elemen untuk saling membantu dan bergerak bersama. */ich
