Jakarta, Channelsatu.com – Kesuksesan film Sore: Istri dari Masa Depan yang menembus lebih dari 1,7 juta penonton mendapat sambutan hangat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan industri perfilman Indonesia. Menurutnya, kualitas cerita film lokal kini semakin meningkat dan mampu bersaing dengan film-film internasional.
Dalam agenda nonton bareng di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Irene menilai film ini memiliki narasi yang relevan dengan kehidupan banyak orang. Kisah cinta lintas waktu antara Jonathan dan Sore, serta tema tentang kesempatan kedua dan cinta tanpa syarat menjadi daya tarik yang kuat bagi penonton. “Film selalu punya kaitan dengan kehidupan kita. Unconditional love is real when you drop all expectations,” ucap Irene.
Ia menyebut bahwa Sore: Istri dari Masa Depan tidak hanya hadir sebagai hiburan, tapi juga sebagai karya yang memberi tuntunan. “Kami siap mendukung film Indonesia untuk punya daya saing dengan judul-judul besar film asing yang sedang tayang di bioskop,” lanjutnya. Baginya, industri film tanah air kini tidak hanya bicara soal teknis sinematografi, tapi juga kualitas penceritaan dan dampaknya terhadap publik.
Film yang disutradarai oleh Yandy Laurens ini merupakan adaptasi dari webseries yang pernah populer sebelumnya. Kini hadir dalam format layar lebar, film ini dibintangi oleh Sheila Dara Aisha dan Dion Wiyoko. Lagu tema “Terbuang dalam Waktu” dari Barasuara juga berhasil menempati posisi Top 1 Chart Viral 50 Indonesia di Spotify, menandakan bahwa karya ini punya kekuatan lintas medium.
Kementerian Ekraf mencatat bahwa berdasarkan data Lembaga Sensor Film (LSF) RI, terdapat lebih dari 80 juta orang yang kini menjadi bagian dari penonton film Indonesia. Ini membuktikan bahwa daya tarik film nasional makin meluas dan diterima masyarakat. “Cerita film ini begitu relatable ke banyak orang. Kedalaman visual, narasi, dan karakter menjadi kekuatan untuk menghadirkan karya berkualitas,” ujar Irene.
Acara pemutaran film ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat seperti Direktur Film, Animasi, dan Video Kemenparekraf Doni Setiawan, Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, serta Wamen PUPR Diana Kusumastuti. Keberadaan mereka mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung sektor kreatif nasional.
Film ini pun menjadi bukti nyata bahwa kerja kolaboratif di sektor seni dapat menciptakan karya yang tak hanya menghibur, namun juga membentuk ekosistem kreatif yang produktif. Selain rumah produksi Imajinari dan Miles Films, film ini juga melibatkan partner strategis seperti Artotel Wanderlust, HMNS, dan SukkhaCitta yang ikut membangun semangat gotong royong dalam berkarya.
Kementerian berharap kesuksesan Sore: Istri dari Masa Depan bisa menjadi pemicu lahirnya film-film lokal yang berkualitas dan berdampak positif. Dengan dukungan kuat dari negara, dunia perfilman nasional kian percaya diri menghadirkan kisah-kisah kuat yang merefleksikan realitas masyarakat sekaligus menumbuhkan industri kreatif secara menyeluruh. ich
