Kota Tangerang, Channelsatu.com – Penutupan kompetisi Soeratin U-13, U-15, dan U-17 di Stadion Benteng, Kota Tangerang, menjadi penanda penting dalam perjalanan pembinaan sepak bola usia dini di wilayah ini. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, hadir langsung dan menyampaikan harapan besar terhadap para pemain muda yang bertanding selama turnamen berlangsung sejak Mei 2025.
Dalam sambutannya, Sachrudin menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar para talenta muda ini tidak berhenti di level lokal. Ia berharap ada yang kelak bisa memperkuat Persikota Tangerang bahkan Tim Nasional Indonesia. “Mudah-mudahan kompetisi ini melahirkan pemain-pemain yang mampu membawa nama baik daerah, bahkan menembus level nasional,” ucapnya.
Ajang Soeratin ini mencatatkan tiga tim juara dari kategori berbeda: Salfas FC untuk U-13, Serpong FC untuk U-15, dan Porci FC di U-17. Masing-masing tim mendapat trofi, medali, dan dana pembinaan dengan total keseluruhan mencapai Rp22,5 juta. Atmosfer penutupan kompetisi pun terasa meriah dengan dukungan penuh dari orang tua dan suporter setia.
Tak hanya menyoroti para pemain, Sachrudin juga memberikan apresiasi kepada para panitia, pelatih, dan orang tua yang konsisten mengawal proses latihan dan pertandingan para peserta. Ia menilai peran keluarga sangat krusial dalam mendukung mental dan motivasi para atlet muda.
Pemerintah Kota Tangerang sendiri mengaku terus berkomitmen membangun sarana dan prasarana olahraga. Hal ini dilakukan melalui pemberian hibah, penyediaan lapangan, serta program pelatihan berkelanjutan untuk klub-klub dan SSB di Kota Tangerang.
Kolaborasi lintas sektor antara PSSI Kota Tangerang, Askot, dan sekolah-sekolah sepak bola juga mendapatkan pujian khusus. Menurut Sachrudin, sinergi inilah yang menjadi fondasi kuat untuk melahirkan pemain berkarakter dan profesional di masa depan.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang pencarian bakat, tetapi juga ruang edukasi dan pembentukan karakter. Lewat atmosfer persaingan yang sehat dan terukur, para pemain belajar tentang sportivitas, disiplin, dan semangat juang sejak usia dini.
Dengan berakhirnya turnamen Soeratin 2025 ini, harapan baru tumbuh di Kota Tangerang: bahwa kelak dari Stadion Benteng, akan lahir nama-nama besar yang bersinar di pentas nasional, bahkan internasional. ich
