SBY Buka Pameran Seni “Art for Peace and a Better Future”, Gaungkan Pesan Perdamaian Lewat Lukisan

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Jakarta kembali menjadi pusat perhatian dunia seni ketika Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meresmikan pembukaan pameran seni lukis bertajuk *Art for Peace and a Better Future* di ASHTA District 8, SCBD, Jakarta. Pameran ini menjadi bagian dari peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan digagas SBY Art Community sebagai wadah seniman dalam menyuarakan nilai perdamaian, kelestarian lingkungan, dan optimisme masa depan melalui bahasa seni rupa.

Dalam sambutannya, SBY menegaskan bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia lintas batas. Menurutnya, para seniman memiliki peran strategis untuk ikut menjadi bagian dari solusi persoalan dunia, mulai dari konflik hingga isu lingkungan. “Hadirnya pameran ini sebagai bentuk seniman peduli pada masalah kehidupan, baik bangsa Indonesia maupun bangsa-bangsa lain. Seniman juga ingin menjadi bagian dari solusi, sebagaimana kita semua mencintai kedamaian,” ujar SBY disambut tepuk tangan hadirin.

Pameran ini memamerkan 31 karya lukis bertema kedamaian, keberlanjutan, dan harapan lintas generasi. Sorotan utamanya adalah lukisan kolaboratif berukuran 2,5 x 7 meter bertajuk *Destruction Ruins, Peace Paints*, yang digarap bersama oleh SBY dan para pelukis komunitas. Karya monumental ini terinspirasi dari video musik *Save Our World* yang menjadi seruan artistik untuk menyelamatkan bumi sekaligus memperkuat solidaritas global.

- Advertisement -

Selain karya kolaborasi, delapan lukisan pribadi karya SBY juga ditampilkan, memperlihatkan sisi reflektifnya sebagai seniman yang menyalurkan pandangan tentang perdamaian, kemanusiaan, dan cinta Tanah Air. Pameran ini melibatkan kolaborasi empat institusi seni besar di Indonesia—FSRD ISI Yogyakarta, FSRD ISI Surakarta, FSRD ITB, dan FSRD IKJ—bersama lima pelukis profesional independen. Kolaborasi ini disebut sebagai titik temu penting antara dunia akademik dan praktik seni.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang turut hadir, menilai pameran ini bukan hanya menampilkan estetika, tetapi juga menyatukan inovasi, kreativitas, dan nilai ekonomi seni. “Pameran ini adalah momentum bermakna karena tidak hanya menampilkan karya visual yang indah, tapi juga ikhtiar memperkuat nilai seni sebagai bagian dari ekonomi kreatif nasional,” ujarnya.

Ketua Koordinator SBY Art Community, Ediwan Prabowo, menambahkan bahwa pameran ini sengaja digelar di ruang publik, yakni mal, agar seni lebih dekat dengan masyarakat luas. “Setiap karya membawa pesan tentang empati, kehidupan, dan harapan masa depan. Seni bukan hanya untuk dilihat, tapi juga untuk dirasakan,” jelasnya.

Dua kurator nasional, Suwarno Wisetrotomo dan Rizki Akhmad Zaelani, dipercaya memandu pameran ini dengan pendekatan kuratorial yang menekankan seni sebagai ruang dialog reflektif. Mereka menyajikan karya-karya yang tak sekadar indah, tetapi juga menjadi medium untuk merespons isu kemanusiaan dan lingkungan secara universal.

- Advertisement -

Pameran *Art for Peace and a Better Future* dibuka untuk umum mulai 7 September hingga 5 Oktober 2025 di Spac8, ASHTA District 8, SCBD, setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB. Publik diajak hadir untuk menyaksikan karya-karya penuh makna ini sekaligus ikut menjadi bagian dari gerakan seni untuk perdamaian dan masa depan yang lebih baik.

Read more

NEWS