Bali, Channelsatu.com – Setelah menggebrak lewat single debut *“Not That Kid”*, band underground asal Bali, **Velcro Hearts**, kembali dengan karya yang lebih reflektif dan emosional, *“Romantic Validation.”* Lagu ini menjadi ruang eksplorasi baru bagi band yang dikenal karena keberanian mereka menulis tentang sisi gelap kehidupan dan cinta.
Di balik aransemen post-punk yang menghentak, tersimpan pesan mendalam tentang penerimaan diri. Lirik yang ditulis oleh **Darin Vidaswara** menelusuri pencarian makna cinta dan koneksi emosional yang sering kali berujung pada pertanyaan eksistensial: apakah cinta yang kita cari benar-benar milik kita, atau sekadar bentuk validasi dari orang lain?
“Lagu ini tentang perjalanan menemukan cinta yang tidak bersyarat,” ungkap Vito Orlando, vokalis band, dalam keterangan tertulisnya. “Tentang bagaimana kita belajar mencintai tanpa kehilangan identitas diri.”
Produksi *“Romantic Validation”* dilakukan sepenuhnya di Bali dengan sentuhan produser **Gozal**, yang berhasil menyeimbangkan nuansa gelap post-punk dengan atmosfer introspektif khas Velcro Hearts.
Gitaris **Cahya Ikayana** turut memperkuat ekspresi visual lagu lewat artwork yang memadukan konsep tubuh dan refleksi diri, sementara Vito tampil sebagai model, menegaskan hubungan erat antara estetika visual dan makna emosional lagu.
Secara musikal, lagu ini memperlihatkan evolusi Velcro Hearts dari band muda penuh energi menjadi kelompok yang matang secara naratif dan teknikal. Mereka tak lagi hanya berteriak tentang perasaan, tetapi juga mengajak pendengarnya merenung.
*“Romantic Validation”* berhasil menghadirkan keseimbangan antara kebisingan dan keheningan, antara amarah dan penerimaan, menjadikannya salah satu rilis alternatif paling jujur di tahun 2025.
