Kota Tangerang, Channelsatu.com – Kota Tangerang kembali menghadapi dinamika lalu lintas khas wilayah urban setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kemacetan imbas rekayasa sistem buka–tutup di Jalan KH Hasyim Ashari, Cipondoh. Kebijakan ini diberlakukan seiring dimulainya proyek peninggian badan jalan di kawasan Perumahan Ciledug Indah, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda banjir dan penurunan permukaan jalan.
Dishub menjelaskan bahwa rekayasa ini tidak hanya bertujuan menjaga kelancaran proyek, tetapi juga memastikan arus lalu lintas tetap terkendali di jalur yang menjadi salah satu nadi mobilitas warga Tangerang-Ciledug. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishub Kota Tangerang, Agus Wibowo, menegaskan bahwa penerapan buka–tutup dilakukan menyesuaikan progres pengerjaan di lapangan serta volume kendaraan yang melintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Proyek peninggian jalan yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Banten ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 17 November hingga 17 Desember 2025. Selama periode tersebut, Dishub bersama instansi terkait akan memantau titik rawan antrean kendaraan, mengatur durasi buka–tutup, dan menempatkan petugas di beberapa persimpangan yang berpotensi padat, agar gangguan lalu lintas dapat diminimalkan.
Agus menjelaskan bahwa intensitas kendaraan di ruas KH Hasyim Ashari tergolong tinggi karena banyaknya akses menuju permukiman, pusat perdagangan, dan konektivitas wilayah Kota Tangerang dengan Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Melalui rekayasa ini, Dishub ingin memastikan bahwa mobilitas warga tetap berjalan meski dengan kecepatan terbatas, agar tidak terjadi stagnasi pada jam puncak.
Meski berdampak pada kepadatan, proyek ini dipandang penting untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur jalan dari ancaman banjir dan kerusakan berulang. Pemerintah berharap peninggian jalan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Cipondoh dan Ciledug, termasuk kenyamanan berkendara serta pengurangan titik banjir saat musim hujan.
Warga diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan, memilih rute alternatif, dan memperhatikan informasi yang disampaikan melalui kanal resmi Dishub selama proyek berlangsung. Dishub juga menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menciptakan kelancaran lalu lintas, khususnya dengan menghindari berhenti sembarangan dan meminimalkan manuver mendadak yang dapat memicu antrean lebih panjang.
Dalam konteks pembangunan perkotaan yang terus bergerak, rekayasa lalu lintas seperti ini menjadi bagian dari proses perbaikan infrastruktur yang tak terhindarkan. Dishub berharap proyek sepanjang sebulan ini berjalan lancar, dan setelah selesai, masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung melalui kondisi jalan yang lebih aman, lebih tinggi, dan lebih ramah terhadap aktivitas harian. ich
