Jakarta, Channelsatu.com – Kolaborasi lintas generasi menjadi salah satu kekuatan utama dalam Konser Dua Delapan Padi Reborn. Dalam perayaan 28 tahun perjalanan musiknya, Padi Reborn menggandeng Sal Priadi dan Fanny Soegi sebagai musisi tamu untuk memperkaya warna musikal konser tersebut.
Piyu, gitaris Padi Reborn, menjelaskan bahwa transformasi musik Padi sejatinya telah dimulai sejak perilisan album Indra Keenam pada 2019. Album tersebut menjadi fase penting pencarian dan pematangan identitas Padi Reborn di era baru.
Melalui proses tersebut, Padi Reborn kembali memahami karakter musik mereka sendiri, sekaligus melihat bagaimana generasi muda dan pendengar di skema musik senja memaknai karya-karya Padi dari perspektif yang berbeda.
Kolaborasi dengan Fanny Soegi menjadi salah satu bentuk konkret transformasi tersebut. Fanny diketahui memiliki kedekatan dengan lagu-lagu Padi dan pernah terlibat dalam beberapa kesempatan bersama band tersebut.
Piyu mengungkapkan, kolaborasi Padi Reborn dan Fanny Soegi akan ditutup lewat penampilan bersama di lagu “Langit Biru”, yang diharapkan menghadirkan nuansa emosional khas Padi dengan sentuhan vokal lintas generasi.
Sementara itu, keterlibatan Sal Priadi juga memiliki latar emosional tersendiri. Menurut Piyu, Sal Priadi merupakan penggemar Padi dan memiliki kedekatan personal dengan lagu-lagu mereka, terutama karya-karya bernuansa galau.
Dalam konser nanti, Sal Priadi akan membawakan sebuah lagu spesial secara solo sebelum Padi Reborn naik ke panggung sebagai penutup, menciptakan kesinambungan emosi sekaligus simbol transformasi lintas generasi.
