Kabupaten Cirebon, Channelsatu.com – Perjalanan Ratna Listy menuju Madiun berubah menjadi pengalaman tragis ketika ban mobil yang ditumpanginya meletus mendadak di Tol Cipali. Momen tersebut membuat mobil oleng dan hampir kehilangan kendali. Kejadian ini semakin memperpanjang rangkaian musibah yang dialami Ratna setelah sebelumnya kehilangan koper saat berada di Malaysia.
Ratna menggambarkan kejadian itu sebagai detik-detik yang membuatnya nyaris tidak bisa bernapas. Getaran keras yang muncul tanpa peringatan membuat seluruh penumpang panik. “Padahal sudah kami cek semuanya sebelum berangkat. Ban, mesin, semuanya lengkap. Tapi kalau sudah kehendak Allah, manusia hanya bisa pasrah,” ujar Ratna Listy.
Ia juga mengingat firasat aneh sebelum berangkat. Asisten rumah tangganya memecahkan piring secara tidak sengaja, dan bagi Ratna itu adalah tanda yang sering muncul sebelum datangnya musibah. “Biasanya kalau ada yang pecah begitu, ada energi negatif yang mendekat. Saya sempat kepikiran, tapi karena kendaraan sudah dicek, saya jalan saja,” ungkapnya.
Letusan ban membuat mobil tak stabil, bahkan sempat terdorong ke sisi kiri jalan. Beruntung sopir mampu menahan kemudi hingga mobil berhenti. Situasi itu membuat beberapa anggota tim Mata Langit menangis karena shock. Ratna menyebut itu sebagai pengalaman yang tidak ingin ia ulangi seumur hidup.
Usai insiden, Ratna langsung menghubungi teknisi terdekat untuk memperbaiki ban. Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan meski penuh kecemasan. “Saya bersyukur tim Mata Langit semuanya baik-baik saja. Tidak ada yang terluka sedikit pun,” tegas Ratna.
Menurutnya, musibah ini menjadi pengingat bahwa tanda-tanda kecil dan firasat tidak boleh diremehkan. Meski begitu, ia tetap berusaha menjaga semangat untuk keperluan produksi konten di Madiun. “Kami tetap melanjutkan perjalanan demi komitmen kerja. Tuhan masih melindungi kami,” kata Ratna.
Ratna berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih ekstra memperhatikan kondisi kendaraan sebelum bepergian, terutama menjelang perjalanan jauh. Ia juga mengingatkan agar setiap orang lebih peka terhadap intuisi dan pertanda alam. ich
