Sumatera Barat, Channelsatu.com – Aksi kemanusiaan yang dilakukan artis Rani VE di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas profesi. Bersama Mabes Laskar Merah Putih, Rani VE terjun langsung ke daerah terdampak banjir bandang untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan paling mendesak warga.
Rani VE yang menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Sosial Kesejahteraan Mabes LMP memimpin langsung penyaluran bantuan di lokasi bencana. Ia menyebut kehadirannya di Palembayan bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang diuji musibah.
“Ketika melihat langsung kondisi warga, saya merasa tidak cukup hanya mendengar laporan. Kami harus hadir dan menyapa mereka, agar bantuan ini benar-benar memberi manfaat dan kekuatan,” kata Rani VE.
Bantuan yang disalurkan mencakup paket kebutuhan ibadah, bantuan uang tunai bagi warga terdampak, hingga dukungan fasilitas umum berupa lampu tenaga surya. Rani VE juga terlibat langsung dalam peninjauan rencana pembangunan mushalla di Desa Padang Landua yang terdampak parah akibat akses jalan dan jembatan terputus.
Menurutnya, pembangunan mushalla menjadi prioritas karena warga kesulitan beribadah akibat rusaknya sarana. “Sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadhan. Kami ingin warga tetap bisa beribadah dengan layak meski dalam kondisi keterbatasan,” ujarnya.
Komandan Posko LMP Peduli, Abu Hanifah, menegaskan bahwa Rani VE tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga membawa semangat. “Kehadiran beliau membuat relawan dan warga merasa tidak sendiri. Ini dukungan moral yang sangat besar,” tuturnya.
Rani VE mengakui perjalanan panjang dan medan berat menuju Palembayan cukup melelahkan. Namun, rasa lelah itu terbayar saat melihat senyum warga yang menerima bantuan. Ia berharap keterlibatan artis dalam aksi kemanusiaan bisa menggerakkan lebih banyak pihak untuk peduli.
Melalui kiprahnya bersama Mabes LMP, Rani VE menempatkan diri bukan hanya sebagai figur publik, tetapi juga sebagai jembatan empati antara para donatur dan masyarakat terdampak bencana.
