Prabowo Bagikan 140 Becak Listrik untuk Pebecak Tangerang

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Penyaluran 140 becak listrik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk para pebecak di Kota Tangerang menghadirkan harapan baru bagi para pekerja lansia yang masih menggantungkan hidup pada transportasi tradisional. Bantuan tersebut diserahkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) dan menjadi langkah awal dari program yang menargetkan distribusi 200 unit secara bertahap, sebelum berlanjut ke skala nasional. Program ini dinilai sebagai bentuk kepedulian langsung Presiden terhadap kelompok pekerja rentan yang membutuhkan dukungan nyata.

Ketua YGSN Letjen Purn Teguh Arief menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo, bukan menggunakan dana pemerintah. Ia menyebut perhatian tersebut muncul sejak Presiden masih menjabat Menteri Pertahanan, ketika melihat langsung kondisi pebecak lansia yang tetap bekerja di usia senja. Teguh menuturkan bahwa produksi becak listrik ditargetkan mencapai 10.000 unit tahun ini dan meningkat menjadi 30.000 unit pada tahun depan, sebagai upaya memperluas manfaat bagi para pengemudi becak di seluruh Indonesia.

Pada tahap awal, penerima bantuan difokuskan untuk pebecak berusia 70 tahun ke atas dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan kebutuhan ekonomi. Kategori usia kemudian akan diturunkan secara bertahap menjadi 60 dan 50 tahun ke atas. Teguh menambahkan bahwa setiap unit becak listrik bernilai sekitar 23 juta rupiah dan diberikan secara cuma-cuma. Ia menegaskan bahwa seluruh pembiayaan berasal dari dana pribadi Presiden sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

- Advertisement -

Deputi BP Taskin, Novrizal Tahar, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini sejalan dengan agenda nasional pengentasan kemiskinan. Menurutnya, becak listrik dapat memperpanjang jam kerja pebecak tanpa menguras tenaga sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan harian mereka. Novrizal memperingatkan bahwa bantuan tersebut dilarang untuk diperjualbelikan, dan pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada penerima yang melanggar ketentuan.

Larangan tersebut tidak berlaku bagi becak lama milik pribadi yang boleh dijual apabila dianggap tidak lagi dibutuhkan. Namun becak listrik yang diberikan harus tetap digunakan sebagai alat transportasi kerja. Kebijakan ini ditetapkan untuk memastikan bantuan tepat guna dan tidak jatuh ke tangan pihak yang mencoba memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi tanpa bekerja sebagai pebecak.

Salah satu penerima, Rosyad (75), warga Gebang, Periuk, mengungkapkan rasa syukur setelah menerima becak listrik. Ia menyebut kendaraan baru tersebut sangat membantu mengurangi beban fisiknya yang selama ini harus mengayuh becak secara manual. Rosyad berharap bantuan ini dapat memperpanjang usianya bekerja sekaligus meningkatkan pendapatan harian yang selama ini pas-pasan.

Pemerintah Kota Tangerang melalui Asisten Daerah I, Deni Koswara, menyatakan akan menyiapkan regulasi operasional demi memastikan penggunaan becak listrik berjalan tertib. Dinas Perhubungan akan mengatur titik pengisian daya dan menentukan jalur operasional agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Pemkot juga mempertimbangkan konsep park and ride sebagai upaya menjadikan becak listrik sebagai kendaraan pendukung pariwisata.

- Advertisement -

Deni memastikan bahwa seluruh penerima bantuan telah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi dasar penetapan penerima. Program ini diharapkan mendorong kesejahteraan pebecak lansia sekaligus memperkenalkan transportasi ramah lingkungan di Kota Tangerang. Pemkot menegaskan akan terus melakukan pengawasan agar becak listrik digunakan sesuai aturan dan benar-benar membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Read more

NEWS