Ponpes Muhassabah Ambruk, Puluhan Santri Difabel Butuh Pertolongan

Share

Bandung Barat, Channelsatu.com – Kondisi mengenaskan menimpa Pondok Pesantren Muhassabah Difable di Kampung Bojong Mareme, Sindangkerta, Bandung Barat. Salah satu bangunannya roboh setelah rapuh dimakan usia dan rayap. Ponpes yang menjadi rumah bagi anak yatim dan difabel itu pun membutuhkan uluran tangan besar untuk bisa kembali berdiri.

Kabar ini segera menggugah Yayasan Peduli Anak Indonesia (Yapena) yang dipimpin aktris senior Erna Santoso. Pada 13 September 2025, Erna datang bersama tim Yapena yang berisi aktris laga Elly Ermawati, Lilis, dan Jaya. Mereka membawa bantuan berupa dua truk pasir, puluhan sak semen, peralatan cor, dan teraso untuk mendukung pembangunan.

“Alhamdulillah, kami bisa menyampaikan amanah mulia ini. Semoga bermanfaat dan membantu ponpes agar bisa kembali berdiri,” ujar Erna. Ia menegaskan bahwa aksi sosial ini adalah bentuk kepedulian nyata seniman terhadap masyarakat.

- Advertisement -

Selain material, rombongan juga membawa hadiah dan uang sedekah bagi santri yatim. Erna berpesan agar anak-anak tetap bersemangat menuntut ilmu meski berada dalam kondisi sulit. Ia menyebut pendidikan adalah jalan untuk masa depan yang lebih baik.

Elly Ermawati yang hadir bersama rombongan menyatakan keprihatinannya. “Kondisi seperti ini seharusnya tidak dibiarkan. Semoga banyak pihak lain ikut membantu,” ujarnya. Senada dengan Elly, Lilis berharap bantuan Yapena menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut bergerak.

Dukungan juga datang dari perwakilan Yapena Jawa Barat, Febby, yang mewakili komunitas Abundance Revolution dan Ngaji Rasa Peduli. Ia berharap kepedulian semacam ini menular luas sebagai “virus kebaikan” yang tak berhenti menyebar.

Aksi ini membuktikan bahwa solidaritas dan gotong royong masih menjadi kekuatan besar. Kehadiran publik figur di tengah masyarakat memberi dampak signifikan, sekaligus menegaskan bahwa peran seniman tak hanya di panggung hiburan, tetapi juga di ruang kemanusiaan.

- Advertisement -

Pimpinan ponpes, Ustaz Iwan Taufik, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih. Ia menegaskan bahwa sejak awal pondok dibangun untuk difabel, namun kini juga menampung anak-anak dhuafa tanpa biaya. Bantuan dari Yapena dianggap sebagai harapan baru agar pesantren bisa terus menjadi rumah belajar bagi mereka yang terpinggirkan. ich

Read more

NEWS