Kota Bogor, Channelsatu.com – Polresta Bogor Kota kembali menggelar patroli malam bersama masyarakat dalam program Sahabat Raimas Presisi, Sabtu malam. Inisiatif ini dirancang untuk mempererat hubungan kepolisian dan warga, sekaligus membangun rasa saling percaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Kegiatan ini membuka kesempatan bagi warga yang telah mendaftar untuk ikut terlibat langsung dalam patroli bersama Tim Raimas Polresta Bogor Kota. Dengan menyusuri sejumlah titik rawan kamtibmas, para peserta mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana kepolisian bertugas di lapangan, khususnya saat malam hari yang rawan potensi gangguan.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo menegaskan bahwa keterlibatan publik adalah kunci dalam menjaga keamanan. Ia menyebut program ini sebagai langkah strategis membangun kesadaran hukum serta menumbuhkan semangat kolaboratif antara polisi dan masyarakat. “Melalui Sahabat Raimas Presisi, kami ingin mengajak masyarakat untuk ikut peduli dan berperan aktif menciptakan rasa aman,” ujar Eko.
Dalam patroli tersebut, peserta diajak mengunjungi area-area strategis seperti pusat keramaian, jalur protokol, dan pemukiman warga. Selain mendapatkan edukasi tentang prosedur pengamanan, peserta juga dapat berinteraksi langsung dengan aparat, bertanya tentang tugas-tugas mereka, serta berbagi aspirasi terkait kondisi keamanan di lingkungan masing-masing.
Antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Banyak peserta mengaku baru pertama kali merasakan pengalaman berpatroli langsung bersama kepolisian, dan mereka mengapresiasi pendekatan humanis yang ditunjukkan oleh Tim Raimas. Keakraban yang terjalin di sepanjang malam juga menunjukkan bahwa kehadiran polisi bisa diterima secara positif apabila dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat.
Program Sahabat Raimas Presisi dinilai sebagai bentuk transparansi kepolisian kepada publik. Dengan membuka ruang partisipasi dan memperlihatkan realitas kerja di lapangan, Polresta Bogor Kota ingin meruntuhkan sekat-sekat antara petugas dan masyarakat, menggantinya dengan kolaborasi yang lebih inklusif dan penuh empati.
Upaya seperti ini juga menjadi penting di tengah dinamika sosial kota seperti Bogor yang kian kompleks. Ketika keamanan bukan lagi tugas eksklusif aparat, partisipasi warga menjadi penopang utama yang memperkuat sistem keamanan lokal. Patroli bersama bukan hanya soal tindakan fisik, tapi juga edukasi dan pembentukan kesadaran kolektif.
Dengan semangat gotong royong dalam menjaga kamtibmas, Sahabat Raimas Presisi diharapkan dapat menjadi model yang inspiratif dan bisa direplikasi di wilayah lain. Kolaborasi semacam ini adalah cerminan dari konsep polisi sebagai pelindung sekaligus mitra masyarakat. ich
