Kota Tangerang, Channelsatu.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang Raya kembali memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah kawasan perkotaan. Hingga Kamis, 22 Januari 2026 pukul 23.00 WIB, Polres Metro Tangerang Kota mencatat sedikitnya 32 titik banjir dan genangan air tersebar di wilayah hukumnya, memengaruhi aktivitas masyarakat serta akses transportasi di beberapa lokasi strategis.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak banjir cukup terasa bagi warga. Sebanyak 160 orang dari 16 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan petugas gabungan, seiring naiknya debit air yang merendam permukiman padat penduduk.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan genangan air terjadi di berbagai kecamatan, mulai dari Benda, Ciledug, Cipondoh, Pinang, Jatiuwung, Sepatan, Pakuhaji, hingga Teluknaga. Ketinggian air bervariasi antara 5 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter, dengan kondisi terparah terpantau di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh.
Di wilayah tersebut, akses vital Jembatan Bendungan Polor tidak dapat dilalui kendaraan roda dua akibat luapan air yang menutup badan jalan. Situasi ini memaksa aparat melakukan pengaturan lalu lintas dan pengalihan jalur guna mencegah risiko kecelakaan serta kemacetan panjang.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan pohon tumbang di Kampung Kebon Cabe, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji. Pohon waru setinggi sekitar 25 meter dengan diameter batang mencapai dua meter roboh dan menimpa dua unit rumah warga, menimbulkan kerusakan material tanpa korban jiwa.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Metro Tangerang Kota mendirikan empat Posko Siaga Bencana yang tersebar di Polres Metro Tangerang Kota, Kantor Damkar Kecamatan Benda, Kantor Satpol PP Kecamatan Teluknaga, serta Kampung Alar Indah, Desa Kohod, Pakuhaji.
Langkah penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari evakuasi warga terdampak, patroli pengamanan rumah kosong, pembersihan material pohon tumbang, hingga koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, BPBD, PLN, puskesmas, dan stakeholder terkait.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari menegaskan bahwa jajarannya terus melakukan pemantauan intensif dan melaporkan perkembangan situasi setiap satu jam. Komitmen pelayanan dan kesiapsiagaan penuh ditegaskan untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif hingga banjir sepenuhnya surut. ich
