Jakarta, Channelsatu.com – Single terbaru Velcro Hearts, “Politics”, hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik, melainkan manifesto sikap yang penuh keberanian. Lagu ini menegaskan posisi mereka sebagai band yang tidak ingin tunduk pada arus utama.
Dalam “Politics”, Velcro Hearts mengemas kritik sosial dengan pendekatan yang sangat frontal. Tidak ada metafora berlapis, tidak ada pesan yang disamarkan. Semuanya disampaikan secara langsung dan tegas.
“Kadang kita terlalu banyak mendengar suara dari luar sampai lupa suara sendiri. Lagu ini pengingat buat itu,” ujar salah satu personel band. Pernyataan ini menjadi benang merah dari keseluruhan pesan lagu.
Lirik-liriknya sarat dengan sindiran terhadap kepalsuan dan dominasi opini. Velcro Hearts seolah menolak segala bentuk kontrol yang membatasi kebebasan berekspresi.
Musik keras yang mereka pilih bukan tanpa alasan. Hardcore punk menjadi medium yang paling tepat untuk menyampaikan emosi yang tidak bisa dibungkam.
“Kalau kami membungkusnya dengan musik yang terlalu rapi, pesannya tidak akan sampai,” tambah narasumber tersebut. Pendekatan ini justru menjadi kekuatan utama lagu.
Di tengah industri musik yang cenderung aman, Velcro Hearts memilih jalur yang berbeda. Mereka tampil dengan suara yang kasar dan tidak kompromi.
“Politics” pun menjadi simbol keberanian untuk bersuara di tengah tekanan, sekaligus ajakan bagi pendengar untuk berpikir lebih kritis. ich
