Perpusnas Dorong Kebiasaan Membaca Anak Lewat Aktivitas Membaca Nyaring

Share

Jakarta, Channelsatu.com — Upaya menanamkan kegemaran membaca sejak usia dini terus dilakukan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah membaca nyaring, metode yang menempatkan buku sebagai pengalaman menyenangkan, bukan sekadar bahan belajar formal.

Pendekatan tersebut kembali diperkenalkan kepada anak-anak dalam rangka peringatan Hari Membaca Nyaring Sedunia 2026. Kegiatan ini berlangsung di Layanan Anak Perpusnas dan melibatkan siswa TKN 01 Koja, Jakarta Utara, bersama guru dan orang tua. Beragam aktivitas literasi dirancang agar anak dapat berinteraksi langsung dengan cerita, gambar, dan narasi secara aktif.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan bersama komunitas literasi Reading Bugs. Kolaborasi ini menegaskan pentingnya peran bersama antara perpustakaan, komunitas, serta keluarga dalam membangun kebiasaan membaca yang berkelanjutan sejak usia dini.

- Advertisement -

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menyampaikan bahwa membaca nyaring telah menjadi bagian dari penguatan layanan literasi anak yang dijalankan lembaganya sejak 2024. Ia menilai, pendekatan ini memberikan ruang bagi anak untuk mengenal buku melalui pengalaman langsung yang menyenangkan.

“Yang ingin dibangun adalah ketertarikan anak terhadap buku. Prosesnya tidak bisa instan, harus dimulai dari rumah, didukung sekolah, dan difasilitasi oleh perpustakaan,” kata Suharyanto dalam kegiatan tersebut.

img 20260205 wa0031

Menurutnya, membaca nyaring tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenal huruf atau memahami cerita. Aktivitas ini juga membantu perkembangan bahasa serta membangun kebiasaan anak berkomunikasi dan mengekspresikan gagasan.

- Advertisement -

Ia menambahkan, “Melalui membaca nyaring, anak belajar menyimak, berimajinasi, dan berani mengungkapkan pendapat. Ini menjadi bekal penting dalam proses belajar mereka ke depan.”

Selain kegiatan membaca bersama, Perpusnas juga secara rutin menjalankan program literasi anak melalui Seri Kelana atau Kelas Literasi Anak. Hingga saat ini, program tersebut telah dilaksanakan enam kali dan melibatkan interaksi langsung antara anak dan orang tua dalam suasana belajar yang santai dan terbuka.

Dalam peringatan Hari Membaca Nyaring Sedunia tahun ini, anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga mengikuti kegiatan kreatif berbasis cerita serta permainan edukatif. Sementara itu, guru dan orang tua mendapatkan pelatihan singkat mengenai teknik membaca nyaring agar dapat diterapkan di lingkungan rumah dan sekolah.

 

 

Redaksihttps://channelsatu.com/
News and Entertainment

Read more

NEWS