Jakarta, Channelsatu.com – Suasana pusat Jakarta pada Minggu pagi (17/5) dipenuhi ratusan pelari yang mengenakan atribut olahraga sambil membawa semangat literasi. Mereka mengikuti Literacy Run 5K, kegiatan yang digelar dalam rangka ulang tahun ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Kegiatan ini menjadi cara berbeda yang dipilih Perpusnas untuk merayakan hari jadinya. Tidak hanya berisi acara seremonial, peringatan tahun ini juga diarahkan sebagai ajakan kepada masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat sekaligus memperkuat budaya membaca.
Mengusung tema “46 Tahun Perpusnas: Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”, acara dimulai dari kawasan Sarinah dan melintasi sejumlah titik utama ibu kota seperti Bundaran HI, Patung Kuda, hingga Balai Kota sebelum berakhir di Gedung Perpusnas Merdeka Selatan.
Sebanyak 300 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai komunitas dan instansi pemerintah. Ada pula peserta dari luar Jakarta yang sengaja hadir untuk meramaikan acara.
Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menyebut kegiatan ini mencerminkan semangat Perpusnas untuk terus bergerak bersama masyarakat.
“Hari ini kita menunjukkan dua hal: semangat untuk tetap sehat, dan semangat untuk mengawal program literasi yang menjadi tugas utama Perpusnas. Literasi adalah hasil kolaborasi, hasil kerja bersama,” katanya.
Menurut Aminudin, kegiatan lari tersebut juga menjadi gambaran bahwa penguatan literasi membutuhkan langkah panjang dan kerja bersama dari banyak pihak. Karena itu, Perpusnas terus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, lembaga pemerintah, hingga masyarakat umum.
Acara ini turut melibatkan komunitas ASN Nation melalui program ASN Runners.
Kehadiran para aparatur sipil negara dari berbagai kementerian dan lembaga membuat suasana acara semakin ramai.
Di antara ratusan peserta, Cigra Capta menjadi pelari pertama yang mencapai garis finis. Posisi berikutnya ditempati Cornelius Julian Prasetya dan Muhammad Najamuddin.
Perpusnas menilai kegiatan seperti Literacy Run bisa menjadi cara baru untuk mendekatkan isu literasi kepada publik. Tidak hanya melalui buku dan ruang baca, kampanye literasi juga dapat hadir lewat aktivitas yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
