Jakarta, Channelsatu.com – Ribuan jamaah menghadiri Majelis Peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah yang diselenggarakan Lembaga Komunikasi Ahlul Bait (LKAB) di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (26/6/2026). Mengusung tema “Asyura Imam Husain as.: Inspirasi Abadi Kemanusiaan dan Perlawanan terhadap Ketidakadilan”, kegiatan tersebut berlangsung khidmat sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas sosial.
Peringatan Asyura tahun ini tidak hanya diisi dengan majelis keagamaan, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) serta pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata dari pesan perjuangan Imam Husain as. yang menempatkan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari nilai keimanan.

Dalam tausiahnya, Ustaz Zahir Yahya menegaskan bahwa Peristiwa Karbala bukan sekadar kisah sejarah, melainkan pelajaran yang terus relevan sepanjang zaman. “Perjuangan Imam Husain as. di Karbala merupakan inspirasi yang melampaui ruang dan waktu. Peristiwa Asyura menjadi teladan bagi setiap generasi untuk tetap berpegang pada prinsip keadilan, menjaga martabat kemanusiaan, serta memiliki keberanian menghadapi segala bentuk kezaliman,” ujar Ustaz Zahir Yahya di hadapan ribuan jamaah.
Senada dengan itu, Ustaz Husein Shahab mengajak umat Islam menjadikan nilai-nilai Asyura sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, “Semangat pengorbanan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial yang diwariskan Imam Husain as. tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan kemanusiaan pada masa kini. Nilai-nilai itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ustaz Husein Shahab.

Pesan kedua penceramah tersebut tercermin dalam rangkaian aksi sosial yang digelar selama peringatan Asyura. Donor darah bersama PMI serta santunan kepada anak yatim piatu menjadi simbol bahwa semangat Asyura tidak berhenti pada refleksi spiritual, tetapi diwujudkan melalui kepedulian dan pengabdian kepada sesama.
Panitia LKAB menyampaikan apresiasi kepada para ulama, narasumber, relawan, PMI, seluruh panitia, dan peserta yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan. Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi faktor penting sehingga Peringatan Asyura 1448 Hijriah dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh makna.

Melalui kegiatan tersebut, LKAB berharap pesan universal yang diwariskan Imam Husain as. terus menginspirasi masyarakat untuk memperkuat persaudaraan, menegakkan keadilan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Semangat kemanusiaan yang lahir dari Peristiwa Karbala diharapkan mampu menjadi landasan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk memperkuat solidaritas terhadap masyarakat yang mengalami penderitaan, seperti rakyat Palestina.

Peringatan Asyura 1448 Hijriah pun menjadi pengingat bahwa perjuangan Imam Husain as. bukan hanya untuk dikenang sebagai bagian dari sejarah Islam, melainkan sebagai inspirasi abadi untuk menegakkan kebenaran, melawan ketidakadilan, dan menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan melalui aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. ich
