Perempuan, Film, dan Masa Depan Kreatif Indonesia

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Isu perempuan, film, dan masa depan kreativitas menjadi sorotan utama dalam diskusi bertajuk “Perempuan Hebat di Dunia Film dan Musik” yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Kebayoran Baru, Jakarta. Diskusi yang diselenggarakan Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) ini menjadi ruang reflektif menjelang Hari Ibu, dengan menempatkan perempuan sebagai subjek utama dalam ekosistem industri kreatif.

Acara tersebut menghadirkan tiga narasumber lintas generasi, yakni artis film senior Yessy Gusman, aktris Gen-Z Vinessa Inez, serta akademisi dan Komisioner Lembaga Sensor Film (LSF) Titin Setiawati, S.I.P., M.I.Kom., dengan moderator Ratna Listy. Diskusi dibuka dengan pembacaan puisi yang menegaskan bahwa seni dan emosi menjadi fondasi pembicaraan tentang perempuan dan film.

Yessy Gusman menekankan bahwa dunia film tidak hanya soal popularitas di depan kamera. Menurutnya, industri perfilman membuka ruang luas bagi berbagai profesi kreatif, mulai dari penulis skenario, penata artistik, hingga kru produksi. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak meremehkan peran kecil, karena banyak aktor besar justru memulai karier dari posisi figuran.

- Advertisement -

“Disiplin, santun, profesional, dan tepat waktu itu harga mati di dunia film. Datang terlambat bisa merusak suasana dan membengkakkan biaya produksi,” ujar Yessy. Ia juga menegaskan pesan penting agar perempuan tidak mematahkan sayapnya sendiri, karena kemandirian perempuan akan menentukan masa depan keluarga.

Berbagi pengalaman hidup, Yessy menceritakan perjalanannya yang tidak hanya berkutat di dunia akting. Ia menempuh pendidikan hingga ke luar negeri dan aktif di bidang pendidikan anak usia dini serta pemberdayaan perempuan. Baginya, pendidikan menjadi fondasi utama bagi perempuan untuk tetap mandiri dalam berbagai fase kehidupan.

Sementara itu, Vinessa Inez memaparkan tantangan yang dihadapi generasi muda di dunia perfilman. Ia menyebut profesionalisme dan kesabaran sebagai kunci bertahan di lokasi syuting, terutama ketika harus bekerja dengan beragam karakter dan tekanan kerja yang tinggi.

“Kesabaran itu tidak datang tiba-tiba, tapi dilatih dari proses dan pengalaman hidup,” kata Vinessa. Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak minder memulai dari peran kecil dan selalu memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.

- Advertisement -

Diskusi ini memperlihatkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk wajah perfilman Indonesia ke depan, tidak hanya sebagai objek cerita, tetapi sebagai subjek kreatif yang berdaya di ruang publik dan industri. ich

Read more

NEWS