Pemprov Banten Tebus Ijazah Kevin, Buka Peluang Kerja bagi Anak Buruh Harian

Share

Kota Serang, Channelsatu.com – Pemerintah Provinsi Banten melalui Unit Pelayanan Zakat (UPZ) Baznas menuntaskan penantian panjang Kevin Ananda, pemuda Cipondoh yang ijazah SMK-nya tertahan akibat tunggakan biaya sekolah. Penyerahan ijazah dilakukan langsung oleh tim UPZ Baznas Banten di SMKS Bangun Nusantara Kota Tangerang, sebagai bagian dari penyaluran zakat ASN Pemprov Banten yang dikelola Biro Kesra Setda Banten. Peristiwa ini sekaligus membuka kembali kesempatan Kevin untuk bekerja setelah dua tahun tertahan karena persoalan dokumen pendidikan.

Langkah Pemprov Banten ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai menjadi contoh nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan pelajar dari keluarga kurang mampu. Selama ini Kevin, anak keempat dari keluarga buruh harian lepas, tidak dapat mengambil ijazah karena tunggakan mencapai Rp10 juta. Orang tuanya telah membayar sebagian, namun sisa Rp7,5 juta tak mampu dipenuhi. Dengan bantuan pemerintah, kekhawatiran putus asa itu akhirnya terjawab.

Perwakilan UPZ Baznas Banten, **Rona Apriyana**, menyampaikan rasa syukur karena proses penebusan berjalan lancar dan langsung diserahkan ke pihak sekolah. “Alhamdulillah, ijazah Kevin sudah bisa ditebus,” ujarnya singkat. Menurutnya, zakat ASN memang diarahkan untuk membantu warga yang terhambat secara ekonomi agar tidak kehilangan kesempatan meniti masa depan.

- Advertisement -

Rona juga menambahkan bahwa langkah ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap warga yang membutuhkan. “Bantuan ini wujud kasih sayang dan kepedulian pemerintah daerah agar Kevin bisa kembali melanjutkan hidup, mencari pekerjaan, dan membantu keluarganya,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang selama ini diupayakan Pemprov Banten.

Kevin sendiri tidak dapat menyembunyikan rasa haru saat akhirnya memegang ijazah aslinya setelah dua tahun menunggu. Ia mengaku berkali-kali gagal diterima kerja meski lolos seleksi awal. “Saat diminta ijazah asli, saya nggak bisa nunjukin, jadi tidak lolos,” tuturnya mengenang perjuangan panjang mencari pekerjaan tanpa dokumen resmi tersebut.

Dengan ijazah yang kini berada di tangannya, Kevin berharap bisa segera kembali melamar pekerjaan. Baginya, ini bukan sekadar selembar kertas, melainkan pintu menuju harapan baru. “Terima kasih Pemprov Banten sudah bantu,” katanya menyampaikan rasa lega dan terima kasih kepada jajaran pemerintah.

Keluarga Kevin juga merasakan dampak langsung dari kebijakan ini. Sebagai buruh harian, pendapatan mereka tidak menentu, sehingga melunasi tunggakan dalam jumlah besar nyaris mustahil dilakukan tanpa bantuan. Penebusan ijazah ini memberikan mereka ruang bernapas dan membuka peluang ekonomi baru.

- Advertisement -

Kisah Kevin menjadi contoh bahwa kebijakan sosial berbasis zakat mampu menciptakan perubahan besar bagi satu keluarga. UPZ Baznas Banten berharap program ini dapat terus menjangkau lebih banyak warga, terutama para lulusan sekolah yang terkendala administrasi akibat kesulitan ekonomi. Bagi Kevin, hari itu menjadi titik balik yang mempertemukan kembali harapan dan masa depan. ich

Read more

NEWS